🚨 SEC Menunda Langkah Besar Perumusan Aturan Kripto
Kabarnya, SEC telah menghentikan sementara salah satu upaya perumusan aturan kripto terpentingnya—hanya satu hari sebelum pemungutan suara yang direncanakan.
Pada Kamis malam, 13 Agustus, SEC membatalkan rapat hari Jumat, di mana ketiga komisionernya diperkirakan akan memberikan suara atas sebuah usulan yang dikenal sebagai “Peraturan Kripto.” Kerangka tersebut berpotensi memberi beberapa proyek token cara untuk menggalang dana tanpa harus melalui proses pendaftaran efek secara penuh.
SEC menyebut adanya “masalah penjadwalan yang tidak terduga” dan belum mengumumkan tanggal baru.
Mengapa ini penting? 👀
Ini akan menjadi upaya perumusan aturan kripto resmi pertama SEC yang dipimpin oleh lembaga—langkah besar melampaui tindakan penegakan dan panduan yang sejauh ini membentuk kebijakan kripto AS.
Ini juga terjadi ketika Undang-Undang CLARITY mengalami penundaan di Kongres, sementara para legislator terus bekerja menuju aturan struktur pasar kripto yang lebih luas.
Ada laporan bahwa beberapa tindakan SEC bisa mempersulit negosiasi Undang-Undang CLARITY yang masih berjalan, sementara kelompok keuangan tradisional juga telah menolak proposal tokenisasi terkait. Namun, SEC sendiri belum mengonfirmasi kekhawatiran tersebut.
📌 Gambaran besarnya:
Aturan SEC bisa bergerak lebih cepat daripada undang-undang, tetapi komisioner masa depan juga dapat mengubah atau membaliknya. Undang-undang yang disahkan oleh Kongres umumnya lebih sulit untuk dibatalkan, meski prosesnya bisa memakan waktu jauh lebih lama untuk melewati jalur legislatif.
Dengan pemungutan suara SEC kini ditunda dan CFTC mengadakan sesi sendiri yang berfokus pada kripto pada 20 Agustus, regulasi kripto AS masih memiliki beberapa bagian yang bergerak.
Pertanyaan besarnya adalah:
👉 Akankah regulasi kripto yang berarti datang lebih cepat dari Kongres, atau dari lembaga seperti SEC dan CFTC?
Untuk saat ini, tampaknya jalan menuju kejelasan regulasi sama sekali tidak mudah dan tidak lurus. 🤔
$GPS $TUT $HEMI
DYOR — ini untuk tujuan informasi, bukan nasihat keuangan.
Kabarnya, SEC telah menghentikan sementara salah satu upaya perumusan aturan kripto terpentingnya—hanya satu hari sebelum pemungutan suara yang direncanakan.
Pada Kamis malam, 13 Agustus, SEC membatalkan rapat hari Jumat, di mana ketiga komisionernya diperkirakan akan memberikan suara atas sebuah usulan yang dikenal sebagai “Peraturan Kripto.” Kerangka tersebut berpotensi memberi beberapa proyek token cara untuk menggalang dana tanpa harus melalui proses pendaftaran efek secara penuh.
SEC menyebut adanya “masalah penjadwalan yang tidak terduga” dan belum mengumumkan tanggal baru.
Mengapa ini penting? 👀
Ini akan menjadi upaya perumusan aturan kripto resmi pertama SEC yang dipimpin oleh lembaga—langkah besar melampaui tindakan penegakan dan panduan yang sejauh ini membentuk kebijakan kripto AS.
Ini juga terjadi ketika Undang-Undang CLARITY mengalami penundaan di Kongres, sementara para legislator terus bekerja menuju aturan struktur pasar kripto yang lebih luas.
Ada laporan bahwa beberapa tindakan SEC bisa mempersulit negosiasi Undang-Undang CLARITY yang masih berjalan, sementara kelompok keuangan tradisional juga telah menolak proposal tokenisasi terkait. Namun, SEC sendiri belum mengonfirmasi kekhawatiran tersebut.
📌 Gambaran besarnya:
Aturan SEC bisa bergerak lebih cepat daripada undang-undang, tetapi komisioner masa depan juga dapat mengubah atau membaliknya. Undang-undang yang disahkan oleh Kongres umumnya lebih sulit untuk dibatalkan, meski prosesnya bisa memakan waktu jauh lebih lama untuk melewati jalur legislatif.
Dengan pemungutan suara SEC kini ditunda dan CFTC mengadakan sesi sendiri yang berfokus pada kripto pada 20 Agustus, regulasi kripto AS masih memiliki beberapa bagian yang bergerak.
Pertanyaan besarnya adalah:
👉 Akankah regulasi kripto yang berarti datang lebih cepat dari Kongres, atau dari lembaga seperti SEC dan CFTC?
Untuk saat ini, tampaknya jalan menuju kejelasan regulasi sama sekali tidak mudah dan tidak lurus. 🤔
$GPS $TUT $HEMI
DYOR — ini untuk tujuan informasi, bukan nasihat keuangan.