#termmax
Beberapa hari lalu, seorang teman saya yang lagi main DeFi tiba-tiba mengirim pesan ke saya. Katanya dia menemukan sebuah proyek yang pada 25 Agustus akan melakukan TGE. TVL-nya sudah menumpuk sampai lebih dari 90 juta dolar, aktivitas harian (DAU) mencapai 90 ribu+, dan yang paling penting—pihak penyokong di baliknya, begitu saya lihat—Cumberland, yaitu market maker di bawah DRW. Jujur saja, komposisinya di DeFi termasuk sangat “kuat”.
Proyeknya bernama @TermMax , dan mereka mengerjakan sesuatu yang sebelumnya belum banyak saya temui di tempat lain: fixed-rate lending/borrowing (pinjam-meminjam dengan suku bunga tetap).
Kalau kamu sudah pernah main Aave dan Compound, kamu pasti tahu bahwa di DeFi, suku bunga pinjaman itu sifatnya mengambang (floating). Hari ini bisa 5%, besok bisa langsung loncat jadi 15%. Bagi pihak yang meminjam, ini sangat menyakitkan, karena kamu sama sekali tidak bisa mengunci biaya di awal. TermMax menyelesaikan masalah ini—mereka memisahkan fixed-rate dan floating-rate menjadi dua market yang berdiri sendiri, lalu mempertemukan transaksi antara borrower dan lender di dalam masing-masing market. Intinya, mereka memindahkan logika interest rate swap ala TradFi ke dalam blockchain.
Lalu, Alpha itu apa? Sederhananya: ketika Binance Alpha meluncurkan koin baru, biasanya kontrak futures perpetual tradisional butuh waktu beberapa minggu untuk menyusul. Di periode itu, kalau kamu ingin menambah leverage untuk long atau short, kamu tidak punya instrumen yang pas. TermMax Alpha langsung memberi kamu “pintu” leverage berbasis biaya tetap di BNB Chain—kamu hanya membayar premium tetap, dan itu menjadi risiko terbesar kamu. Tidak ada risiko likuidasi (tidak akan “dibabat”), tidak ada margin call, dan tidak perlu begadang memantau harga dengan cemas.
Teman saya sempat coba minggu lalu. Katanya pengalamannya benar-benar beda dibanding main perpetual. Dulu kalau buka posisi long 10x, cuma karena harga koreksi 5% saja langsung tegang. Di Alpha, setelah premium dibayar, urusannya selesai—naik atau turun, kamu menghadapinya dengan tenang. Malah lebih terasa “aman” di kepala. Dan bukan cuma bisa long; kamu juga bisa beli put untuk short. Bahkan kamu bisa menginvestasikan token Alpha yang kamu pegang ke Dual Investment Vault untuk dapat yield, dengan annualized (APY) dua digit.
Mereka juga sudah meluncurkan beberapa market aset sintetis: SPYon, QQQon, TSLAB, NVDAB, SPCXB, dan lainnya—langsung memperdagangkan derivatif bertema saham teknologi dan AI di AS lewat chain. Menurut saya arah ini cukup cerdas: exposure ala TradFi dibungkus dengan cara DeFi.
Untuk TGE kali ini, saya rencananya mau lihat dulu bagaimana nasib airdrop-nya. Tapi kombinasi fixed-rate lending/borrowing + leverage tanpa perlu clearing memang tergolong cukup jarang di DeFi. Setidaknya secara logika itu saling nyambung (self-consistent), bukan proyek yang murni bertumpu pada narasi.
Kalian ada yang lagi memantau ini?
Beberapa hari lalu, seorang teman saya yang lagi main DeFi tiba-tiba mengirim pesan ke saya. Katanya dia menemukan sebuah proyek yang pada 25 Agustus akan melakukan TGE. TVL-nya sudah menumpuk sampai lebih dari 90 juta dolar, aktivitas harian (DAU) mencapai 90 ribu+, dan yang paling penting—pihak penyokong di baliknya, begitu saya lihat—Cumberland, yaitu market maker di bawah DRW. Jujur saja, komposisinya di DeFi termasuk sangat “kuat”.
Proyeknya bernama @TermMax , dan mereka mengerjakan sesuatu yang sebelumnya belum banyak saya temui di tempat lain: fixed-rate lending/borrowing (pinjam-meminjam dengan suku bunga tetap).
Kalau kamu sudah pernah main Aave dan Compound, kamu pasti tahu bahwa di DeFi, suku bunga pinjaman itu sifatnya mengambang (floating). Hari ini bisa 5%, besok bisa langsung loncat jadi 15%. Bagi pihak yang meminjam, ini sangat menyakitkan, karena kamu sama sekali tidak bisa mengunci biaya di awal. TermMax menyelesaikan masalah ini—mereka memisahkan fixed-rate dan floating-rate menjadi dua market yang berdiri sendiri, lalu mempertemukan transaksi antara borrower dan lender di dalam masing-masing market. Intinya, mereka memindahkan logika interest rate swap ala TradFi ke dalam blockchain.
Lalu, Alpha itu apa? Sederhananya: ketika Binance Alpha meluncurkan koin baru, biasanya kontrak futures perpetual tradisional butuh waktu beberapa minggu untuk menyusul. Di periode itu, kalau kamu ingin menambah leverage untuk long atau short, kamu tidak punya instrumen yang pas. TermMax Alpha langsung memberi kamu “pintu” leverage berbasis biaya tetap di BNB Chain—kamu hanya membayar premium tetap, dan itu menjadi risiko terbesar kamu. Tidak ada risiko likuidasi (tidak akan “dibabat”), tidak ada margin call, dan tidak perlu begadang memantau harga dengan cemas.
Teman saya sempat coba minggu lalu. Katanya pengalamannya benar-benar beda dibanding main perpetual. Dulu kalau buka posisi long 10x, cuma karena harga koreksi 5% saja langsung tegang. Di Alpha, setelah premium dibayar, urusannya selesai—naik atau turun, kamu menghadapinya dengan tenang. Malah lebih terasa “aman” di kepala. Dan bukan cuma bisa long; kamu juga bisa beli put untuk short. Bahkan kamu bisa menginvestasikan token Alpha yang kamu pegang ke Dual Investment Vault untuk dapat yield, dengan annualized (APY) dua digit.
Mereka juga sudah meluncurkan beberapa market aset sintetis: SPYon, QQQon, TSLAB, NVDAB, SPCXB, dan lainnya—langsung memperdagangkan derivatif bertema saham teknologi dan AI di AS lewat chain. Menurut saya arah ini cukup cerdas: exposure ala TradFi dibungkus dengan cara DeFi.
Untuk TGE kali ini, saya rencananya mau lihat dulu bagaimana nasib airdrop-nya. Tapi kombinasi fixed-rate lending/borrowing + leverage tanpa perlu clearing memang tergolong cukup jarang di DeFi. Setidaknya secara logika itu saling nyambung (self-consistent), bukan proyek yang murni bertumpu pada narasi.
Kalian ada yang lagi memantau ini?