• Kunjungan yang diharapkan Ripple ke Gedung Putih menempatkan XRP lebih dekat dengan perbincangan kebijakan kripto utama di AS.

  • Undang-Undang CLARITY tetap menjadi pusat perhatian saat para pembuat kebijakan bersiap meninjau kembali regulasi aset digital setelah masa reses.

  • Pengaturan teknis XRP masih bersikap hati-hati, dengan dukungan di $1 dan resistensi $1,10-$1,15 yang dipantau secara ketat.

Pembicaraan Ripple di Gedung Putih menarik perhatian karena para eksekutif bersiap menghadapi diskusi yang membentuk kerangka aset digital Amerika.

Ripple Bergabung dalam Pembicaraan Kripto Tingkat Tinggi

Steph Is Crypto menulis bahwa “Ripple akan menuju ke Gedung Putih.” Dalam unggahan itu disebutkan para eksekutif Ripple diperkirakan hadir dalam pertemuan kripto berisiko tinggi hari Rabu. Unggahan itu juga menyiratkan bahwa sesuatu yang besar bisa berkembang untuk XRP.

https://twitter.com/Steph_iscrypto/status/2088505973266882840?s=20

Menurut laporan, pertemuan tersebut dijadwalkan pada 19 Agustus. Presiden Donald Trump juga akan menghadiri—ia masih menunggu konfirmasi. Acara kemungkinan akan digelar di sekitar kompleks Gedung Putih.

Para eksekutif Ripple diperkirakan hadir bersama para pemimpin dari Coinbase, Gemini, Robinhood, dan Kalshi. Kehadiran mereka menghadirkan beberapa sektor kripto dalam satu pembahasan kebijakan. Untuk XRP, pertemuan ini menciptakan lagi katalis pasar terkait kebijakan.

Namun, kehadiran tidak mengonfirmasi perlakuan yang menguntungkan bagi XRP. Diskusi justru bisa mencakup regulasi yang lebih luas dan struktur pasar. Kehadiran Ripple mencerminkan fokus berkelanjutannya pada aturan aset digital yang lebih jelas.

Undang-Undang CLARITY Menetapkan Latar Kebijakan

Pertemuan ini berlangsung pada saat Undang-Undang CLARITY belum juga diselesaikan. Rancangan undang-undang tersebut dipindahkan oleh para legislator Senat tepat sebelum masa reses Agustus mereka. Namun, mereka tidak menyelesaikan pemungutan suara lantai yang direncanakan.

Rancangan undang-undang ini berupaya menetapkan batas yang lebih jelas antara sekuritas dan komoditas. Rancangan ini juga membahas tanggung jawab regulasi yang melibatkan SEC dan CFTC. Ketentuan-ketentuan tersebut tetap penting bagi perusahaan kripto yang mencari kepastian yang lebih besar.

Posisi Ripple memberikan XRP relevansi tambahan dalam diskusi-diskusi ini. Laporan terbaru menyebut regulator AS mengklasifikasikan XRP sebagai komoditas digital. Namun, pertemuan ini tidak menetapkan perlakuan regulasi khusus untuk XRP.

Kalender kebijakan juga tetap aktif di luar pertemuan tersebut. Komite Inovasi CFTC akan bertemu pada hari berikutnya. Jadwal ini menjaga pembahasan kebijakan kripto tetap terkonsentrasi selama beberapa hari berturut-turut.

Trader XRP Mengawasi Level Teknis Utama

Pertemuan Gedung Putih telah meningkatkan perhatian pada struktur pasar XRP. XRP saat ini diperdagangkan mendekati level psikologis $1. Grafik hariannya terus menunjukkan pola segitiga menurun.

Dukungan horizontal tetap berada di sekitar $1 pada struktur harian. Sementara itu, resistansi yang melemah terus membatasi upaya kenaikan. Sebuah katalis dapat berpengaruh jika volume perdagangan meningkat seiring dengan adanya penembusan.

Rentang $1,10-$1,15 merupakan level resistansi yang signifikan. Penembusan yang berlanjut di atasnya dapat mengarahkan ke $1,20. Sebaliknya, jika $1 ditembus ke bawah, struktur teknikal yang bearish tetap terjaga.

Acara politik ini tetap berpotensi menjadi katalis pasar bagi XRP. Para trader akan membedakan perkembangan yang terkonfirmasi dari ekspektasi seputar Washington. Permintaan yang berkelanjutan dan tindak lanjut akan menentukan apakah sentimen berubah menjadi momentum yang bertahan lama.