Ini bagian yang aneh yang sebenarnya tidak banyak dibicarakan. Saat XRP melayang di dekat $1 dan investor ritel mulai keluar, “plumbing” yang sebenarnya bisa membuat token itu berguna dalam skala besar sudah dibangun, didanai, dan tinggal selangkah lagi—hanya satu tanda tangan—untuk mengaktifkannya.
Uji Ulang Semua Orang Mulai Bersiap
XRP baru saja sempat turun sedikit di bawah $1 sekali belum lama ini, dan analis Brad Kimes dari Digital Perspectives memperkirakan akan ada pengujian lain di level tersebut. “Saya pikir kita bisa melihat harga ini menembus lagi dan menguji tepat di bawah satu dolar,” katanya, sambil menunjuk pada pola yang sudah ia saksikan terjadi tiga atau empat kali dalam sejarah XRP—di mana harga kembali untuk menyentuh dasar yang sama sebelum berbalik arah.
Kimes terus terang bahwa dia bukan terutama orang yang berkutat pada grafik, tetapi fundamentalnya selaras dengan gambaran teknis saat ini. Dengan Kongres sedang reses dan Undang-Undang CLARITY masih belum terselesaikan, ada tekanan turun nyata yang membebani sentimen—tepat seperti kekosongan berita yang biasanya menyertai pengujian ulang dasar (baseline) ini.
Twist: Infrastruktur Tidak Menunggu Ritel
Di sinilah ceritanya menjadi menarik. Sementara sentimen ritel memburuk, hubungan kelembagaan Ripple diam-diam terus berakumulasi selama hampir lima belas tahun. Keterkaitan Ripple dengan Royal Bank of Canada kabarnya sudah ada sejak 2015, bersamaan dengan hubungan terpisah yang dilaporkan lebih baru dengan Bank of Montreal. Ini bukan kemitraan baru yang dibangun berdasarkan hype. Ini adalah pekerjaan infrastruktur lebih dari satu dekade yang mendahului kebanyakan investor ritel yang saat ini sedang menjual.
Angka yang lebih besar berada di dalam Ripple Prime dan Ripple Treasury, versi yang dijenamakan ulang dari akuisisi Ripple atas Hidden Road dan GTreasury. Ripple Prime dan Ripple Treasury kini mengelola volume $16 triliun per tahun juga, menurut Kimes, angka yang sudah ada sebelum unit-unit bisnis tersebut menyentuh aset digital. Volume itu sekarang berada di bawah payung Ripple, menunggu saat mulai mengalir melalui jalur (rails) berbasis XRP, bukan jalur tradisional.
Lampu Hijau Regulasi yang Sudah Ada di Tempat
Mungkin detail yang paling sering luput diperhatikan: DTCC, organisasi yang mengurus kliring dan penyelesaian sebagian besar transaksi surat berharga AS, sudah menanam Ripple Prime di pekerjaan tokenisasi live mereka—bukan program percontohan, melainkan produksi. Kabarnya DTCC menerima surat “no action” berdurasi tiga tahun yang terkait dengan Ripple Prime, sebuah sinyal dari SEC yang secara efektif membuka jalan agar aktivitas ini dapat terus berjalan.
Kimes mengaitkan surat itu dengan pertemuan SEC yang dijadwalkan ulang, yang sempat disebut-sebut berpotensi membuka jalan bagi tokenisasi saham dan obligasi lintas jaringan termasuk Stellar, Solana, dan XRP Ledger. Jika memang ke sanalah arah langkahnya, menurutnya ini terlihat kurang seperti kebetulan dan lebih seperti regulator yang diam-diam memberi tekanan kepada Senat agar akhirnya mendorong Undang-Undang CLARITY.
Mengapa CLARITY adalah bagian yang hilang, bukan keseluruhan gambaran
Kimes menggunakan analogi dari Anggota Kongres Prancis Hill untuk menjelaskan mengapa RUU itu begitu penting: memiliki Undang-Undang GENIUS untuk stablecoin tanpa Undang-Undang CLARITY itu seperti memiliki ponsel tanpa regulasi yang mencakup menara-menara yang membuatnya berfungsi. Infrastruktur sudah ada. Aturannya yang menghubungkannya dengan bagian lain dari sistem keuangan belum ada—setidaknya belum.
Bagian yang Hilang dari Ritel: Sebenarnya Memanfaatkan Aset
Kesenjangan lain yang menahan XRP dari adopsi yang lebih luas bukanlah regulasi, melainkan hal yang bersifat praktis. Selama bertahun-tahun, memegang XRP pada dasarnya hanya berarti memegangnya. Itu mulai berubah. Token FXRP milik Flare kini memungkinkan pemegang XRP untuk mengerahkan token mereka juga di dalam DeFi, membuka pintu bagi imbal hasil dan kegunaan yang sebelumnya tidak ada untuk pemegang XRP. Kimes menggambarkan kemampuan untuk benar-benar men-deploy sebuah aset, bukan sekadar duduk diam di atasnya, sebagai salah satu bagian yang paling akhir dan hilang bagi siapa pun yang serius membangun kekayaan jangka panjang—bukan sekadar berharap harga naik.
Ironi, Dirangkum Singkat
Jika digabungkan, gambaran ini justru tampak hampir terbalik dari cara penilaiannya di pasar. Ritel menjual karena takut atas RUU yang tersendat dan grafik yang goyah, sementara jalur institusional, hubungan perbankan, kejernihan regulasi, dan arus volume triliunan dari hasil akuisisi, sebagian besar sudah ada—tinggal menunggu satu bagian legislasi untuk menghubungkan semuanya secara resmi dengan XRP itu sendiri.
