Jujur saja, aku masuk ke TermMax dengan ekspektasi bahwa ini adalah protokol pinjaman lain, di mana satu-satunya hal yang perlu diperiksa hanyalah APY. Begitulah cara aku memandang DeFi lending selama cukup lama. Kalau imbal hasil naik, aku bertahan. Kalau turun, aku memindahkan danaku. Sederhana.

Setelah menggali lebih dalam, aku justru menangkap diriku berpikir, "Tunggu. mungkin aku selama ini melihatnya dengan cara yang salah."

Bagian fixed-rate bukan yang mengubah cara pikirku. Yang benar-benar melekat adalah idenya: mengubah lending menjadi kesepakatan yang jelas. Aku tahu berapa yang akan aku peroleh, peminjam tahu berapa yang akan mereka bayar, dan kedua belah pihak tahu kapan semuanya berakhir. Ini terasa lebih seperti merencanakan modal, bukan sekadar mengejar angka.

Lalu muncul pemikiran lain.

Bagaimana kalau tiba-tiba aku butuh dana sebelum jatuh tempo? Nah, di sinilah percakapannya jadi menarik. Imbal hasil tetap terdengar hebat sampai likuiditas menjadi masalah.

Itulah sebabnya aku menghabiskan lebih banyak waktu membaca tentang Smart Unwind daripada yield yang dipromosikan. Menurutku, itu tantangan yang sebenarnya. Mudah untuk menjanjikan kepastian. Jauh lebih sulit untuk menghadirkan kepastian tanpa menjebak likuiditas.

Aku masih belum siap mengatakan bahwa fixed rate lending itu "lebih baik" daripada lending DeFi tradisional. Menurutku mereka sedang menyelesaikan masalah yang berbeda.

Bagi aku, hal terbesar yang akan aku pantau bukan lagi APY.

Melainkan apakah TermMax bisa membuat imbal hasil yang dapat diprediksi dan likuiditas yang fleksibel dapat bekerja bersama. Kalau mereka bisa mewujudkannya, bagian itulah yang patut diingat.

#TermMax @TermMax