【Forum Nanas✨】#termmax @TermMax
Pelajari proyek baru, dapatkan pengetahuan baru tentang Web3! Selamat datang para sesepuh di Forum Nanas!
Dari sudut mana kita memahami TermMax? Bisa dimulai dari sebuah masalah penetapan harga aset: apakah arus kas saat jatuh tempo, nilai bunga, dan posisi utang yang dijaminkan dalam satu pinjaman yang sama dapat dinyatakan secara terpisah, lalu dipricing oleh pasar secara independen? FT, XT, dan GT adalah jawaban yang diberikan protokol.
FT, yaitu Fixed-Rate Token, dapat dipahami secara kira-kira sebagai bukti utang zero-coupon di on-chain. Saat jatuh tempo, 1 FT ditukar sesuai aturan dengan 1 unit aset utang. Jika pengguna membeli FT senilai nominal 110 USDC dengan 100 USDC, dengan tenor satu tahun, selisih harga saat jatuh tempo mencerminkan imbal hasil holding 10%; jika tenornya kurang dari satu tahun, maka perlu diannualisasi berdasarkan sisa hari, bukan menyamakan imbal hasil periode holding secara langsung sebagai imbal hasil tahunan (agak seperti PT milik Boros)🌕.
XT menunjukkan nilai sisa yang terkait dengan bunga di masa depan. Dokumen resmi menjelaskan hubungan keduanya dengan mengatakan “jumlah nilai kini FT dan XT merepresentasikan satu unit aset utang”. Seiring mendekatnya tanggal jatuh tempo, secara teori FT akan semakin mendekati nilai par, sementara nilai sisa pada XT akan mendekati nol. Ini bukan memotong satu dolar menjadi dua dolar, melainkan memisahkan pencatatan pokok dari bagian nilai waktu dari satu arus kas (agak seperti YT milik Boros)🚀.
GT adalah bukti posisi ERC-721 untuk mencatat aset jaminan dan utang. Leverage sirkuler tradisional perlu berkali-kali mengeksekusi proses deposit, pinjam, redeem, dan re-jaminkan; GT mengumpulkan status-status tersebut ke dalam satu posisi yang bisa dilacak. Saat harga jaminan turun, LTV naik, atau terjadi anomali pada oracle, posisi yang diwakili GT tetap bisa memicu likuidasi 👀.
Dari sisi composability, struktur ini memang punya nilai riset: FT bisa ditahan sampai jatuh tempo atau diperdagangkan lebih awal, GT bisa dikenali oleh strategi lain, dan Vault bisa mengumpulkan banyak aset dengan berbagai tenor. Namun pihak kontra juga benar: semakin banyak lapisan token, biaya pemahaman pengguna makin tinggi, likuiditas terfragmentasi, dan ketergantungan pada kontrak makin besar. Rekayasa finansial memecah risiko menjadi lebih detail, bukan berarti risiko hilang 💥.
Kalau menilai mekanisme ini, dari empat hal ini: apakah diskon pada FT sesuai dengan tenor dan risiko kredit; apakah XT punya kebutuhan transaksi yang berkelanjutan; apakah mekanisme likuidasi GT dan oracle sanggup menghadapi kondisi ekstrem; dan apakah penarikan lebih awal dari pasar punya kedalaman yang cukup.
Pelajari proyek baru, dapatkan pengetahuan baru tentang Web3! Selamat datang para sesepuh di Forum Nanas!
Dari sudut mana kita memahami TermMax? Bisa dimulai dari sebuah masalah penetapan harga aset: apakah arus kas saat jatuh tempo, nilai bunga, dan posisi utang yang dijaminkan dalam satu pinjaman yang sama dapat dinyatakan secara terpisah, lalu dipricing oleh pasar secara independen? FT, XT, dan GT adalah jawaban yang diberikan protokol.
FT, yaitu Fixed-Rate Token, dapat dipahami secara kira-kira sebagai bukti utang zero-coupon di on-chain. Saat jatuh tempo, 1 FT ditukar sesuai aturan dengan 1 unit aset utang. Jika pengguna membeli FT senilai nominal 110 USDC dengan 100 USDC, dengan tenor satu tahun, selisih harga saat jatuh tempo mencerminkan imbal hasil holding 10%; jika tenornya kurang dari satu tahun, maka perlu diannualisasi berdasarkan sisa hari, bukan menyamakan imbal hasil periode holding secara langsung sebagai imbal hasil tahunan (agak seperti PT milik Boros)🌕.
XT menunjukkan nilai sisa yang terkait dengan bunga di masa depan. Dokumen resmi menjelaskan hubungan keduanya dengan mengatakan “jumlah nilai kini FT dan XT merepresentasikan satu unit aset utang”. Seiring mendekatnya tanggal jatuh tempo, secara teori FT akan semakin mendekati nilai par, sementara nilai sisa pada XT akan mendekati nol. Ini bukan memotong satu dolar menjadi dua dolar, melainkan memisahkan pencatatan pokok dari bagian nilai waktu dari satu arus kas (agak seperti YT milik Boros)🚀.
GT adalah bukti posisi ERC-721 untuk mencatat aset jaminan dan utang. Leverage sirkuler tradisional perlu berkali-kali mengeksekusi proses deposit, pinjam, redeem, dan re-jaminkan; GT mengumpulkan status-status tersebut ke dalam satu posisi yang bisa dilacak. Saat harga jaminan turun, LTV naik, atau terjadi anomali pada oracle, posisi yang diwakili GT tetap bisa memicu likuidasi 👀.
Dari sisi composability, struktur ini memang punya nilai riset: FT bisa ditahan sampai jatuh tempo atau diperdagangkan lebih awal, GT bisa dikenali oleh strategi lain, dan Vault bisa mengumpulkan banyak aset dengan berbagai tenor. Namun pihak kontra juga benar: semakin banyak lapisan token, biaya pemahaman pengguna makin tinggi, likuiditas terfragmentasi, dan ketergantungan pada kontrak makin besar. Rekayasa finansial memecah risiko menjadi lebih detail, bukan berarti risiko hilang 💥.
Kalau menilai mekanisme ini, dari empat hal ini: apakah diskon pada FT sesuai dengan tenor dan risiko kredit; apakah XT punya kebutuhan transaksi yang berkelanjutan; apakah mekanisme likuidasi GT dan oracle sanggup menghadapi kondisi ekstrem; dan apakah penarikan lebih awal dari pasar punya kedalaman yang cukup.