#chinajulyoutputretailinvestmentallmiss Biro Statistik Nasional Tiongkok melaporkan pertumbuhan penjualan ritel yang suram sebesar 0,6% untuk Juli 2026, karena belanja konsumen nyaris berhenti total. Ketika investasi real estat anjlok 19,2% dan harga rumah turun untuk bulan ke-37 berturut-turut, keluarga-keluarga setiap hari dipaksa memangkas pengeluaran hanya untuk bisa bertahan.
Data ekonomi terbaru mengungkap kenyataan yang semakin memburuk bagi warga biasa. Di luar kegagalan angka ritel, investasi bisnis swasta turun 9,4%, pertumbuhan output pabrik melambat menjadi 4,5%, dan pengangguran di perkotaan kembali naik ke 5,2%.
Bahkan Fu Linghui, juru bicara Biro Statistik Nasional, mengakui adanya kesenjangan struktural yang parah antara pasokan industri berat dan menurunnya permintaan domestik. Program perdagangan penggantian yang didukung negara gagal memulihkan kepercayaan konsumen, sehingga rumah tangga kelas menengah harus menanggung dampak jatuhnya nilai properti dan menyusutnya kekayaan pribadi.$IOTA $BAT $VET
Data ekonomi terbaru mengungkap kenyataan yang semakin memburuk bagi warga biasa. Di luar kegagalan angka ritel, investasi bisnis swasta turun 9,4%, pertumbuhan output pabrik melambat menjadi 4,5%, dan pengangguran di perkotaan kembali naik ke 5,2%.
Bahkan Fu Linghui, juru bicara Biro Statistik Nasional, mengakui adanya kesenjangan struktural yang parah antara pasokan industri berat dan menurunnya permintaan domestik. Program perdagangan penggantian yang didukung negara gagal memulihkan kepercayaan konsumen, sehingga rumah tangga kelas menengah harus menanggung dampak jatuhnya nilai properti dan menyusutnya kekayaan pribadi.$IOTA $BAT $VET