Tadi malam, saat server bare-metal dual-route EPYC saya sedang ada jeda waktu untuk menjalankan node, sekalian saja saya ambil inti kontrak Dusk dan saya “ajak jalan-jalan”. Jujur saja, baru saja pindah dari Monero (XMR) yang pintu masuknya benar-benar dilas rapat-rapat, begitu melihat kode Dusk yang punya logika “pengungkapan selektif”, reaksi pertama saya benar-benar bingung: bukankah itu jelas-jelas menyisakan backdoor? Dan ini masih berani disebut sebagai privacy chain?
Tapi setelah saya gali lebih dalam sampai ke lapisan mekanisme ZKP (zero-knowledge proof)-nya, saya sadar bahwa kebersihan fanatik “hitam atau putih” dalam desentralisasi sebelumnya memang agak kaku.
Kalian paham standar inti XSC (confidential security contract) milik Dusk itu belum? Biasanya saat orang berinteraksi di blockchain, bukti zero-knowledge di lapisan bawah membungkus detail transaksi sampai rapat—kalau orang luar menjalankan browser untuk memeriksa, yang terlihat cuma sekumpulan karakter acak. Tapi di kedalaman kode, mereka justru membenamkan sebuah izin untuk “auditor”. Selama aksi di blockchain memicu garis merah kepatuhan yang sudah ditetapkan—misalnya ada perpindahan dana dalam jumlah besar—mekanisme ini bisa lewat antarmuka otorisasi membukakan rahasia dari aliran dana tertentu untuk pengawas. Ibarat kamu membuka rekening resmi di bank dan menandatangani perjanjian: petugas bank biasanya tidak akan menyebut saldo kamu ke mana-mana, tapi begitu ada surat resmi dari pengadilan, transaksi kamu harus dicek sampai bersih.
Dulu pas baru masuk dunia ini, saya selalu merasa main crypto itu harus benar-benar bebas. Tapi begitu uang sungguhan sudah berputar lama, kata “selamat dulu” berubah jadi insting. Lembaga tradisional memegang dana dalam jumlah besar, tentu tidak mungkin membuang uang ke “lubang hitam” yang bahkan dasarnya saja tidak kelihatan. Mereka butuh privasi untuk berjaga dari kompetitor, dan sekaligus butuh celah yang bisa kapan saja dipakai untuk menyerahkan dokumen ke regulator. Dusk sebenarnya tidak dibuat untuk para jagoan kripto yang sok idealis—Dusk dibuat khusus untuk para “orang lama” dengan uang besar, sebagai jalur VIP kepatuhan.
Tapi sebagai skeptis yang sudah terbiasa mencari celah dari level kode, di hati saya tetap ada ganjalan: seindah apa pun logika kontraknya, batas izin yang bisa mengungkap kartu siapa itu sebenarnya ditentukan oleh siapa? Kalau pada akhirnya tetap beberapa institusi berizin yang di balik meja mengadakan “cangkruk” keputusan, lalu apa bedanya yang mendasar dengan jalan lama keuangan tradisional?
#dusk $DUSK @Dusk
Tapi setelah saya gali lebih dalam sampai ke lapisan mekanisme ZKP (zero-knowledge proof)-nya, saya sadar bahwa kebersihan fanatik “hitam atau putih” dalam desentralisasi sebelumnya memang agak kaku.
Kalian paham standar inti XSC (confidential security contract) milik Dusk itu belum? Biasanya saat orang berinteraksi di blockchain, bukti zero-knowledge di lapisan bawah membungkus detail transaksi sampai rapat—kalau orang luar menjalankan browser untuk memeriksa, yang terlihat cuma sekumpulan karakter acak. Tapi di kedalaman kode, mereka justru membenamkan sebuah izin untuk “auditor”. Selama aksi di blockchain memicu garis merah kepatuhan yang sudah ditetapkan—misalnya ada perpindahan dana dalam jumlah besar—mekanisme ini bisa lewat antarmuka otorisasi membukakan rahasia dari aliran dana tertentu untuk pengawas. Ibarat kamu membuka rekening resmi di bank dan menandatangani perjanjian: petugas bank biasanya tidak akan menyebut saldo kamu ke mana-mana, tapi begitu ada surat resmi dari pengadilan, transaksi kamu harus dicek sampai bersih.
Dulu pas baru masuk dunia ini, saya selalu merasa main crypto itu harus benar-benar bebas. Tapi begitu uang sungguhan sudah berputar lama, kata “selamat dulu” berubah jadi insting. Lembaga tradisional memegang dana dalam jumlah besar, tentu tidak mungkin membuang uang ke “lubang hitam” yang bahkan dasarnya saja tidak kelihatan. Mereka butuh privasi untuk berjaga dari kompetitor, dan sekaligus butuh celah yang bisa kapan saja dipakai untuk menyerahkan dokumen ke regulator. Dusk sebenarnya tidak dibuat untuk para jagoan kripto yang sok idealis—Dusk dibuat khusus untuk para “orang lama” dengan uang besar, sebagai jalur VIP kepatuhan.
Tapi sebagai skeptis yang sudah terbiasa mencari celah dari level kode, di hati saya tetap ada ganjalan: seindah apa pun logika kontraknya, batas izin yang bisa mengungkap kartu siapa itu sebenarnya ditentukan oleh siapa? Kalau pada akhirnya tetap beberapa institusi berizin yang di balik meja mengadakan “cangkruk” keputusan, lalu apa bedanya yang mendasar dengan jalan lama keuangan tradisional?
#dusk $DUSK @Dusk