Saudara-saudara yang main leverage biasanya sudah pernah “diserang” oleh suku bunga. Begitu pergerakan pasar berubah, utilisasi pool dana langsung mentok, lalu dalam hitungan jam suku bunga pinjaman bisa berlipat beberapa kali. Kamu sudah mengira ruang arbitrase-nya dengan matang, tapi begitu kamu tidur, semua itu berubah jadi kerja bakti untuk protokol. Yang paling kesal: hal seperti ini tidak bisa dicegah. Karena suku bunga ditentukan oleh pasar, kamu cuma bisa begadang mengawasi chart dan siap-siap membayar utang kapan saja.
Belakangan aku paham satu hal: leverage suku bunga mengambang pada dasarnya berarti kamu membuka dua posisi sekaligus. Satu posisi adalah long/short untuk aset, dan yang satu lagi adalah long/short untuk suku bunga. Kebanyakan orang rugi bukan karena salah lihat harga koin, tapi karena mereka sama sekali tidak menyadari bahwa mereka sedang “telanjang” short terhadap suku bunga.
Solusi untuk @TermMax tergolong brutal. Begitu transaksi pinjaman terjadi, bunganya langsung dikunci penuh; setelah itu, meskipun suku bunga pasar naik sampai langit, saat jatuh tempo kamu membayar persis sejumlah yang sama—tidak lebih dan tidak kurang. Artinya variabel “suku bunga” dihapus dari strategi; sisa variabelnya cuma satu: apakah penilaian kamu benar atau tidak.
Yang main arbitrase pinjam berulang (loop) harus paham maksud ini. Keuntungan dan biaya dihitung mati sejak awal dari dua sisi; titik impasnya sudah terlihat bahkan sebelum melakukan entry. Ini tidak mungkin terjadi di dunia suku bunga mengambang.
Tentu, aku ngomong dulu yang tidak enak. “Dikunci” itu sifatnya dua arah: kalau suku bunga pasar malah turun, kamu juga tidak mendapat potongan keuntungan apa pun. Itu sama saja dengan secara sengaja melepas opsi baru saat suku bunga turun. Dan ada juga kewajiban saat jatuh tempo: kamu harus menyelesaikan, entah dengan membayar kembali atau menutup posisi. Mau nge-roll terus? Itu tergantung order book saat itu—berapa biaya untuk memperpanjang tidak ada yang menanggung buat kamu.
Aku sendiri menggunakan suku bunga tetap sebagai alat. Untuk urusan kepastian, institusi bersedia bayar mahal, sementara trader ritel sering merasa kurang “menggigit”. Tapi trader yang hidupnya panjang itu tahu: sensasi yang seperti itu adalah nama lain dari kerugian.
$TMX 8 Agustus TGE 25, setelah penyaluran reward, tinggal lihat berapa kebutuhan pinjaman yang masih tersisa—hasilnya langsung kelihatan. Aku duluan siapin kursi.
Kalian pikir suku bunga tetap ini, bakal lebih dulu dimanfaatkan oleh trader arbitrase, atau institusi yang lebih dulu masuk.
#termmax
Belakangan aku paham satu hal: leverage suku bunga mengambang pada dasarnya berarti kamu membuka dua posisi sekaligus. Satu posisi adalah long/short untuk aset, dan yang satu lagi adalah long/short untuk suku bunga. Kebanyakan orang rugi bukan karena salah lihat harga koin, tapi karena mereka sama sekali tidak menyadari bahwa mereka sedang “telanjang” short terhadap suku bunga.
Solusi untuk @TermMax tergolong brutal. Begitu transaksi pinjaman terjadi, bunganya langsung dikunci penuh; setelah itu, meskipun suku bunga pasar naik sampai langit, saat jatuh tempo kamu membayar persis sejumlah yang sama—tidak lebih dan tidak kurang. Artinya variabel “suku bunga” dihapus dari strategi; sisa variabelnya cuma satu: apakah penilaian kamu benar atau tidak.
Yang main arbitrase pinjam berulang (loop) harus paham maksud ini. Keuntungan dan biaya dihitung mati sejak awal dari dua sisi; titik impasnya sudah terlihat bahkan sebelum melakukan entry. Ini tidak mungkin terjadi di dunia suku bunga mengambang.
Tentu, aku ngomong dulu yang tidak enak. “Dikunci” itu sifatnya dua arah: kalau suku bunga pasar malah turun, kamu juga tidak mendapat potongan keuntungan apa pun. Itu sama saja dengan secara sengaja melepas opsi baru saat suku bunga turun. Dan ada juga kewajiban saat jatuh tempo: kamu harus menyelesaikan, entah dengan membayar kembali atau menutup posisi. Mau nge-roll terus? Itu tergantung order book saat itu—berapa biaya untuk memperpanjang tidak ada yang menanggung buat kamu.
Aku sendiri menggunakan suku bunga tetap sebagai alat. Untuk urusan kepastian, institusi bersedia bayar mahal, sementara trader ritel sering merasa kurang “menggigit”. Tapi trader yang hidupnya panjang itu tahu: sensasi yang seperti itu adalah nama lain dari kerugian.
$TMX 8 Agustus TGE 25, setelah penyaluran reward, tinggal lihat berapa kebutuhan pinjaman yang masih tersisa—hasilnya langsung kelihatan. Aku duluan siapin kursi.
Kalian pikir suku bunga tetap ini, bakal lebih dulu dimanfaatkan oleh trader arbitrase, atau institusi yang lebih dulu masuk.
#termmax