Abu Dhabi “rebahan”, Morgan Stanley menambah 23%: Perbedaan mendalam kepemilikan Bitcoin ETF yang terungkap dari dokumen 13F

Dokumen kepemilikan 13F institusi AS untuk kuartal kedua telah dirilis.
Sepanjang kuartal kedua, harga Bitcoin berkutat di sekitar 63.000 dolar AS tanpa tenaga, turun hampir 30% dibanding puncak di awal tahun. Sementara itu, pasar Bitcoin ETF justru mengalami arus bersih keluar yang mengejutkan sebesar 4,9 miliar dolar AS.
Dua dana kekayaan negara terbesar Abu Dhabi—Mubadala dan Abu Dhabi Investment Council (ADIC)—setelah tampil masuk secara besar-besaran pada kuartal pertama, pada kuartal kedua operasinya justru terasa sangat sederhana: tidak bergerak sama sekali.
Dokumen menunjukkan bahwa Mubadala tetap mantap memegang 14,72 juta saham BlackRock IBIT, dan ADIC juga mempertahankan posisi 8,22 juta saham. Tertekan oleh lesunya harga Bitcoin, nilai pasar kepemilikan Mubadala menyusut dari akhir kuartal pertama sebesar 566 juta dolar AS menjadi 490 juta dolar AS, dengan kerugian terapung sekitar 76 juta dolar AS.
Data memperlihatkan bahwa Morgan Stanley secara agresif menambah kepemilikan Bitcoin ETF pada kuartal kedua: jumlah kepemilikan melonjak 23%, bertambah 3,04 juta saham menjadi sekitar 16,5 juta saham. Aksi menambah posisi berlawanan arah saat pasar sedang “berdarah” ini adalah gaya khas “uang pintar” Wall Street: ketika orang lain takut, saya tamak. Menilik sejarah, JPMorgan juga telah lebih dulu meledakkan kepemilikan IBIT sebesar 174% pada kuartal pertama tahun ini; sejak saat itu terlihat ambisi mereka mengumpulkan porsi saham.
Di saat menambah ETF, Morgan Stanley juga melepas sebagian saham perusahaan penambang kripto dengan risiko lebih tinggi. Ini menunjukkan bahwa mereka memandang Bitcoin ETF sebagai instrumen “alokasi standar” yang lebih sesuai kepatuhan dan lebih likuid, bukan sekadar taruhan berisiko.
Hal yang lebih menarik untuk dicermati adalah langkah UBS (UBS) di pasar opsi. Yang diketahui, opsi beli (call) yang dimilikinya atas IBIT melonjak dari hanya 80.000 saham menjadi 1,95 juta saham—kenaikan hingga 24 kali. Sementara itu, opsi jual (put) turun dari 303.000 saham menjadi hampir separuhnya, sekitar 143.000 saham. Lonjakan yang meledak pada posisi call seiring mengecilnya posisi put—bahkan jika tidak bisa memastikan sepenuhnya arah posisi bersih—penyesuaian yang sangat timpang ini sendiri sudah seperti isyarat keras yang sangat kuat, mengindikasikan keyakinan ekstrem mereka terhadap potensi kenaikan harga di masa depan.
$BTC