Saya meninjau lagi aturan pinjam-meminjam untuk @TermMax , dan saya terjebak pada frasa “suku bunga tetap” saja. Sekilas, sangat mudah menafsirkannya seolah risikonya juga “tetap”. Saat saya mencocokkan dengan halaman Market dan Risks, baru saya sadar yang benar-benar dikunci hanyalah biaya pendanaan, bukan hasil untuk seluruh posisi. #TermMax
Di TermMax, setiap pasar akan terlebih dahulu menjelaskan aset utang, aset jaminan, tanggal jatuh tempo, MLTV, dan LLTV. Setelah transaksi, peminjam tahu berapa biaya tetap yang harus ditanggung saat jatuh tempo—ini memang membantu mengatasi masalah suku bunga mengambang yang tiba-tiba melonjak. Namun, harga aset jaminan tidak akan berhenti bergerak hanya karena suku bunganya dikunci. Selama LTV posisi menyentuh ambang likuidasi, risiko likuidasi tetap ada. Harga oracle, likuiditas DEX, dan slippage saat eksekusi juga akan memengaruhi hasil akhirnya.
Ada satu lagi perbedaan waktu yang mudah membingungkan. Bunga dihitung berdasarkan suku bunga transaksi dan sisa jangka waktu, sehingga jumlah saat jatuh tempo bisa diperkirakan. Tetapi penilaian untuk likuidasi perlu terus memantau pergerakan harga relatif antara aset jaminan dan aset utang. Satu adalah persoalan waktu, yang lain adalah persoalan harga—dua garis ini berjalan bersamaan.
Dulu saya cenderung menyamakan “pinjam dengan suku bunga tetap” dan “lebih tenang”. Sekarang saya melihatnya perlu dipecah menjadi dua lapisan. Lapisan pertama adalah kepastian suku bunga: arus kas lebih mudah dihitung, dan biaya pinjaman tidak berubah wajah di tengah jalan. Lapisan kedua adalah risiko jaminan: bagaimana harga bergerak, apakah sumber kuotasi normal, dan apakah likuidasi bisa selesai dalam kondisi ekstrem—semua itu tidak ikut dikunci.
Jadi saat saya melihat produk seperti ini, saya tidak hanya terpaku pada satu APR di halaman. Yang seharusnya dilihat bersama adalah berapa besar ruang aman yang ditinggalkan di antara tanggal jatuh tempo, MLTV, dan LLTV, serta apakah aset jaminan yang digunakan dan oracle sanggup menahan volatilitas.
Yang dikunci adalah suku bunga, bukan pasar. Batas inilah yang ingin saya pastikan dengan jelas sejak awal ketika saya terus meneliti TermMax.
Di TermMax, setiap pasar akan terlebih dahulu menjelaskan aset utang, aset jaminan, tanggal jatuh tempo, MLTV, dan LLTV. Setelah transaksi, peminjam tahu berapa biaya tetap yang harus ditanggung saat jatuh tempo—ini memang membantu mengatasi masalah suku bunga mengambang yang tiba-tiba melonjak. Namun, harga aset jaminan tidak akan berhenti bergerak hanya karena suku bunganya dikunci. Selama LTV posisi menyentuh ambang likuidasi, risiko likuidasi tetap ada. Harga oracle, likuiditas DEX, dan slippage saat eksekusi juga akan memengaruhi hasil akhirnya.
Ada satu lagi perbedaan waktu yang mudah membingungkan. Bunga dihitung berdasarkan suku bunga transaksi dan sisa jangka waktu, sehingga jumlah saat jatuh tempo bisa diperkirakan. Tetapi penilaian untuk likuidasi perlu terus memantau pergerakan harga relatif antara aset jaminan dan aset utang. Satu adalah persoalan waktu, yang lain adalah persoalan harga—dua garis ini berjalan bersamaan.
Dulu saya cenderung menyamakan “pinjam dengan suku bunga tetap” dan “lebih tenang”. Sekarang saya melihatnya perlu dipecah menjadi dua lapisan. Lapisan pertama adalah kepastian suku bunga: arus kas lebih mudah dihitung, dan biaya pinjaman tidak berubah wajah di tengah jalan. Lapisan kedua adalah risiko jaminan: bagaimana harga bergerak, apakah sumber kuotasi normal, dan apakah likuidasi bisa selesai dalam kondisi ekstrem—semua itu tidak ikut dikunci.
Jadi saat saya melihat produk seperti ini, saya tidak hanya terpaku pada satu APR di halaman. Yang seharusnya dilihat bersama adalah berapa besar ruang aman yang ditinggalkan di antara tanggal jatuh tempo, MLTV, dan LLTV, serta apakah aset jaminan yang digunakan dan oracle sanggup menahan volatilitas.
Yang dikunci adalah suku bunga, bukan pasar. Batas inilah yang ingin saya pastikan dengan jelas sejak awal ketika saya terus meneliti TermMax.