$BTC

Kebakaran Darah Lebanon Sehari: Gencatan Senjata Jadi Kertas Buram, Kebuntuan AS-Iran Makin Menyesakkan

Pada hari Minggu, sebuah ledakan dahsyat mengguncang Lebanon bagian selatan, menghancurkan rapuhnya ketenangan yang bertahan selama dua bulan. Serangan udara Israel mengebom dan menghancurkan sebuah mobil, menewaskan komandan senior Hizbullah, Abu Hassan Al Ara, serta 11 orang lainnya—serangan paling mematikan sejak gencatan senjata bulan Juni. Netanyahu lantas melontarkan ancaman: “Hizbullah melukai tentara kami, jadi kami akan menghantam para pemimpinnya.” Rantai balas dendam kembali menyatu, membuat perjanjian gencatan senjata berubah menjadi kertas buram.

Namun pertumpahan darah ini tidak hanya membakar Lebanon. Di seberang Atlantik, Washington sedang menyiapkan putaran baru sanksi terhadap Iran, dan gencatan senjata sementara antara AS dan Iran justru berakhir pada hari Senin. Trump pekan lalu sudah mengumumkan secara blak-blakan rencana “tindakan pukulan telak”, bahkan tidak terlalu mempersoalkan konflik yang berlarut hingga setelah pemilihan paruh waktu. Kalaupun nada berani, persediahan kartu sangat terbatas—ekspor minyak mentah Iran sebanyak 1,5 juta barel per hari, lebih dari sembilan puluh persen mengalir ke Tiongkok. Kalau tidak menyasar Beijing, sanksi hanyalah harimau kertas. Ekonom Bloomberg, Kennedy, menegaskan dengan gamblang: kecuali Trump menempatkan isu Iran lebih tinggi daripada China, Teheran tak akan menganggapnya serius.

Iran jelas paham betul. Kepala Staf Umum, Hatemí, menyebut Selat Hormuz sebagai “properti yang dianugerahkan Tuhan”, dan berjanji akan mempertahankannya habis-habisan. Garda Revolusi sedang mempercepat ekspansi kapasitas produksi rudal dan pesawat nirawak. Secara permukaan, itu disebut “meredakan situasi”, namun sejatinya untuk mengumpulkan modal bagi konfrontasi yang lebih luas. Yang lebih menarik lagi, Teheran sedang diam-diam menyusun “peta pelayaran” untuk selat itu bersama Oman, sementara pihak AS dibiarkan di pinggir.

Pekan lalu, minyak Brent sudah naik mendekati 6%, kini berputar-putar dan bertahan di sekitar ambang batas 89 dolar. Pasar menahan napas, menunggu “bebek hitam” berikutnya.

Dua perjanjian gencatan senjata, dua garis front, sama-sama menggantung. Di satu sisi ada kepalan besi Israel, di sisi lain ada strategi rahasia Iran. AS ingin memberi tekanan, tetapi terikat tangan. Di papan catur Timur Tengah ini, bidak-bidak sedang diposisikan ulang; dan kedamaian sejati—mungkin bahkan bayangannya pun belum muncul. #美SEC取消加密规则制定会议