Awalnya saya mengira kunci tampilan (viewing keys) sebagian besar adalah kemudahan untuk memeriksa transaksi pribadi. Namun semakin saya melihat desain Phoenix, semakin jelas bahwa kunci-kunci itu tampak seperti batas kepercayaan (trust boundary) yang terpisah. Yang menarik perhatian saya adalah bahwa privasi tidak harus berakhir ketika sebuah transaksi perlu diperiksa. Seorang pengguna dapat menyembunyikan aktivitas yang mendasarinya secara publik, sambil memberikan pihak lain akses ke informasi terpilih melalui sebuah viewing key. Itu terdengar berguna, tetapi juga memindahkan sebagian keputusan privasi dari protokol dan kembali ke cara kunci-kunci tersebut ditangani. Seorang auditor, institusi, atau pihak berwenang lainnya dapat melihat apa yang memang mereka ditujukan untuk dilihat, sementara semua orang lain tetap mendapatkan informasi yang lebih sedikit. Pertukaran (trade-off) ini sebenarnya cukup umum: selective disclosure hanya bekerja sebaik proses di seputar pemberian dan pengelolaan akses. Ini terasa lebih dekat dengan bagaimana catatan keuangan sudah bekerja dibandingkan sistem di mana semuanya sekadar disembunyikan. Membuat saya bertanya-tanya apakah tantangan sebenarnya adalah membuktikan privasi, atau mengelola siapa yang mendapatkan pengecualian untuk itu?
#dusk $DUSK @Dusk
#dusk $DUSK @Dusk