PRESIDEN TRUMP mengatakan:

“Tujuan utama adalah, dan akan selalu menjadi, bahwa Iran tidak boleh memiliki, dalam bentuk apa pun, sebuah Senjata Nuklir.”

Trump membuat pernyataan tersebut di Truth Social di tengah upaya diplomatik dengan Iran yang masih menemui jalan buntu. Periode negosiasi selama 60 hari yang dimaksudkan untuk mendorong kerangka kerja de-eskalasi yang lebih luas telah berakhir tanpa adanya kesepakatan komprehensif, sehingga kedua belah pihak masih sangat berjauhan dalam isu-isu penting.

Ini bukan sikap baru. Mencegah Iran memperoleh senjata nuklir telah menjadi tujuan utama sekaligus yang berulang kali dinyatakan dari kebijakan AS di bawah Trump selama ketegangan yang masih berlangsung. Pemerintahan tersebut secara konsisten memisahkan “garis merah” ini dari urusan lain seperti pengaturan keamanan regional dan status Selat Hormuz.

Postingan terbaru hadir pada saat kemajuan dalam isu nuklir terbatas dan kedua belah pihak terus bersikukuh. Ini menjadi penegasan yang jelas bahwa, apa pun kondisi pembicaraan saat ini, syarat inti tetap tidak dapat ditawar.

Trump menegaskan kembali garis merah yang telah lama ada: Iran tidak boleh pernah memperoleh senjata nuklir.