@Dusk_Foundation
Sesuatu dalam whitepaper Dusk mengejutkan saya: whitepaper itu secara terbuka mengakui adanya kelemahan dalam desainnya sendiri, alih-alih sekadar menjual visinya. Block generator dipilih dengan rumus yang deterministik, jadi seorang provisioner kadang bisa menebak sebelumnya bahwa mereka akan mendapatkan giliran untuk upaya di blok yang sama di kemudian hari jika upaya yang lebih awal gagal—yang menciptakan insentif aneh untuk membiarkan upaya-upaya itu runtuh.
Kertas itu menyebutnya sebagai future-generator incentive problem, dan alih-al-alih mengabaikannya, ia menawarkan perbaikan nyata: memberi imbalan kepada orang hanya karena mereka ikut memilih, mengaitkan sebagian dari imbalan generator dengan jumlah suara yang mereka sertakan, serta menjaga generator berikutnya yang sudah antre agar tidak ikut dalam suara saat ini. Kejujuran seperti ini terasa ditujukan untuk orang-orang yang mengaudit sistem sebagai pekerjaan, bukan untuk orang yang mengejar narasi—dan itu cocok dengan seluruh upaya Dusk yang mengarahkan pitch-nya ke keuangan yang teregulasi.
Namun, perbaikan bukanlah solusi. Imbalan akan mengarahkan perilaku, tetapi tidak menghapus prediktabilitas yang mendasarinya, dan provisioner yang pendanaannya kuat yang tidak peduli reputasi masih bisa memutuskan bahwa risikonya layak diambil. Ini celah yang sama seperti yang muncul antara kode dan hukum: sebuah protokol bisa membuat perilaku buruk menjadi mahal, tetapi hanya pengadilan atau regulator yang bisa membuatnya berdampak—apa pun sedalam saku seseorang.
Semua ini tidak membuat pendekatan Dusk jadi kurang pemikiran matang; hanya berarti bagian menarik dari sebuah whitepaper sering kali adalah paragraf yang mengakui kelemahan, bukan bagian yang menjual hasilnya. Baca batas-batas yang proyek itu sebutkan sendiri, lalu putuskan seberapa banyak yang lain patut dipercaya.
Masih belajar hal-hal ini satu paper demi satu, dan jujur saja, itulah bagian yang paling seru.
@Dusk_Foundation #dusk $DUSK