Orang-orang di dunia kripto tiap hari meneriakkan “aset di-chain”, tapi tak ada yang bertanya satu hal pun: bagaimana cara menetapkan harga untuk bunga (interest)?
Aku membuka lagi catatan proyek yang sudah aku kumpulkan selama tiga tahun, dan tiba-tiba sadar sesuatu yang cukup canggung: sebagian besar tag yang diberi adalah “aset” dan “imbal hasil”, sementara di kolom “suku bunga” cuma ada beberapa saja. Menurutku, justru ini mengungkap ketidakseimbangan perkembangan seluruh industri.
Kalau dipikir-pikir, perjalanan keuangan kripto beberapa tahun terakhir sebenarnya diam-diam sudah terbagi menjadi tiga lapisan. Lapisan paling bawah adalah lapisan aset—RWA, LST, stablecoin. Intinya adalah memindahkan berbagai nilai ke atas blockchain. Pemain di lapisan ini paling banyak, dan persaingannya paling ketat: siapa pun yang angka APY-nya paling cantik, dialah yang bisa menarik gelombang TVL. Aku kira ke depannya lapisan ini akan makin “ngebut” ke arah homogenisasi.
Di atasnya ada lapisan imbal hasil (yield layer): berbagai platform pinjaman, aggregator, strategi treasury—berfungsi menghidupkan kembali dan memberi “napas” pada aset dari lapisan bawah supaya bisa menghasilkan. Hambatan teknisnya tidak rendah, tapi pada dasarnya tetap soal “membagi kue”, bukan “menetapkan harga kue”.
Hal yang benar-benar membuatku merasa menarik justru lapisan paling atas: lapisan suku bunga. Dalam keuangan tradisional, kurva imbal hasil Treasury adalah jangkar seluruh pasar; tanpa itu, tak ada dasar untuk bicara soal penetapan harga, hedging, maupun manajemen durasi (duration). Untuk on-chain, hal ini masih kosong; orang-orang lebih memilih bisnis naked floating rate tahun demi tahun, daripada menggigit batu keras itu. Aku berani bilang: inilah medan perang infrastruktur yang sesungguhnya untuk ronde berikutnya—bukan “kolam pinjaman” lain lagi yang hanya ganti kulit.
@TermMax yang sedang dikerjakan justru pekerjaan berat itu: membangun kurva suku bunga on-chain secara bertahap melalui struktur pasar dengan tenor tetap dan suku bunga tetap. Mereka tidak mengejar menjadi pintu masuk di lapisan aset, juga tidak sekadar menjadi aggregator imbal hasil. Mereka ingin mengubah “suku bunga” sendiri menjadi aset independen yang bisa diperdagangkan dan bisa di-hedge. Penentuan posisi seperti ini, terus terang, cukup kesepian—dalam waktu dekat sulit ada “ledakan” narasi yang viral, dan sentimen pasar belum tentu mau menerima.
Tentu, demi keadilan, perlu dikatakan juga: soal kurva suku bunga on-chain, kedalaman likuiditas dan efisiensi penetapan harga untuk tenor jangka panjang masih jadi kendala besar. Apakah ia benar-benar bisa mendukung perdagangan durasi level institusi, masih harus dilihat dari data real di beberapa kuartal ke depan. Tapi soal arah, aku pribadi mengakuinya: dibanding protokol pinjaman lain lagi yang sekadar ganti kulit, mengisi kekosongan di lapisan suku bunga terasa jauh lebih “bernilai”.
Entah pasar mau ngegas atau tidak itu satu hal; apakah infrastrukturnya benar-benar kokoh atau tidak adalah hal yang lain. #TermMax #BTC