Semakin saya melihat TermMax, semakin saya merasa suku bunga tetap hanyalah satu bagian dari cerita.

Bagian yang menarik dimulai ketika pasar berubah dan Anda tidak lagi ingin mempertahankan posisi hingga jatuh tempo.

Anda mengunci suku bunga dan semuanya terlihat sederhana pada awalnya. Namun beberapa minggu kemudian, suku bunga bisa bergerak, likuiditas bisa berubah, dan posisi tersebut mungkin tidak lagi sesuai dengan yang Anda inginkan.

Di sinilah FT yang dapat dipindahtangankan menjadi penting.

Alih-alih menunggu pinjaman kedaluwarsa, klaim tersebut dapat berpindah melalui pasar sekunder.

Tapi penetapan harganya tidaklah sederhana.

Sebuah FT memiliki waktu yang melekat padanya. Klaim dengan sisa 20 hari sangat berbeda dengan klaim yang sisa 200 hari. Ditambah lagi perubahan suku bunga, risiko jaminan, dan likuiditas, tiba-tiba pasar harus menjawab pertanyaan yang jauh lebih sulit: berapa nilai klaim ini sebenarnya saat ini?

Itulah mengapa kurva penetapan harga TermMax dan AMM patut diperhatikan.

Dan pasar sekunder mungkin juga membantu para peminjam. Jika sebuah FT diperdagangkan di bawah nilai nominal, membelinya kembali bisa menjadi cara lain untuk mengelola utang.

Jadi bagi saya, eksperimen yang sebenarnya bukanlah suku bunga tetap.

Melainkan apakah utang tersebut tetap bermanfaat, likuid, dan dapat diperdagangkan setelah euforia awal mereda.

Di sinilah sebuah primitif DeFi membuktikan dirinya.
#termmax @TermMax