Saat saya punya waktu luang untuk bersantai dan melamun, saya menemukan sebuah pola yang cukup menarik.$ACE
Orang yang benar-benar bisa bertahan lama di pasar, biasanya bukan yang paling jago teknikal. Dan tidak selalu juga yang paling pandai menganalisis berita.$CYS
Sebaliknya, justru mereka yang tidak pernah memaksa diri menanggung posisi (carry/tahan rugi), pada akhirnya akan berjalan lebih jauh.
Di dunia nyata, saya punya seorang teman. Dia trading sudah lima tahun, dan ada satu kebiasaan yang tidak pernah berubah: cut loss ya cut loss, tidak pernah melawan aturan.$GPS
Suatu kali dia melakukan short BTC, baru masuk posisi langsung ada satu candle bullish besar yang menembus area hingga kena cut loss.
Dia bahkan tidak banyak melihat, langsung keluar.
Hasilnya, tidak lama kemudian, pergerakan harga berbalik turun dan jatuh sampai sepuluh poin.
Ada yang bertanya padanya: “Setelah cut loss kali ini, malah turun lagi sebanyak itu. Menyesal?”
Dia menjawab satu kalimat yang sangat saya ingat:
“Pergerakan harga boleh salah, tapi aturan tidak boleh dilanggar.”
Kemudian suatu kali lagi, dia melakukan long. Setelah masuk posisi, harga justru sideways selama tiga hari. Hari keempat, tiba-tiba harga anjlok, dan lagi-lagi menembus cut loss.
Dua kali transaksi rugi berturut-turut, bagi banyak orang mungkin sudah mulai emosi, mengira transaksi berikutnya harus langsung dibalas habis-habisan.
Tapi dia langsung menutup software, lalu pergi lari lima kilometer.
Saat dia kembali, harga sudah membentuk tren baru.
Dia mencari kesempatan lagi untuk masuk, dalam seminggu, bukan hanya menutup kembali kerugian sebelumnya, bahkan mendapat keuntungan dua kali lipat.
Dia berkata:
“Rugi memang bagian dari trading. Saya tidak menuntut diri saya agar setiap transaksi selalu untung, tapi saya menuntut diri saya agar tidak pernah memaksa menanggung (tidak melawan cut loss).”
Kalimat itu, menurut saya sangat layak untuk diingat.
Yang paling mengerikan dari menanggung posisi bukan karena rugi sekali. Tapi karena satu kesalahan bisa membuat seluruh keuntungan dari sepuluh kali transaksi sebelumnya kembali terbuang.
Jadi, tidak menanggung posisi bukan berarti menyerah.
Melainkan memberi diri Anda “nyawa”, menunggu kesempatan berikutnya.
Pasar selalu punya sesi berikutnya, tapi syaratnya Anda harus hidup sampai sesi berikutnya.