Pasokan BTC yang “tertidur” kembali mencetak rekor tertinggi.
BTC yang tidak bergerak selama lebih dari 10 tahun (dapat dianggap sebagai “hilang” atau pasokan yang tertidur permanen) telah mencapai 3,56 juta koin, sekitar 17,7% dari pasokan yang beredar, dan juga menjadi rekor tertinggi sepanjang masa. Dalam 30 hari terakhir, lebih dari 14.000 BTC lagi masuk ke kategori tidur panjang ini. Tren ini terus mengurangi pasokan BTC yang benar-benar bisa diperdagangkan.
Di sisi lain, pasokan yang dipegang dalam jangka panjang juga terus meningkat secara paralel. Pasokan pemegang jangka panjang (kepemilikan lebih dari 155 hari) telah mencapai 16,64 juta BTC, atau 83% dari pasokan yang beredar, dan turut mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Secara sederhana, dari setiap 6 BTC, 5 di antaranya tidak pernah berpindah dalam 5 bulan terakhir.
Dari sisi penawaran, ini jelas merupakan kabar baik yang nyata. BTC yang bisa diperdagangkan semakin sedikit, dan pasokan baru terus dikunci. Akibatnya, setiap permintaan baru akan memberikan dampak marjinal yang lebih besar terhadap harga.
Baru-baru ini, Zhao Changpeng juga mengatakan bahwa 10% hingga 20% BTC yang telah ditambang kemungkinan sudah hilang secara permanen, sehingga BTC sedang menjadi aset yang benar-benar deflasioner.
Namun, dari sisi permintaan, situasinya mungkin tidak sesederhana itu.
Lonjakan rekor pasokan pemegang jangka panjang tidak seharusnya ditafsirkan secara sederhana sebagai sinyal akumulasi bullish, melainkan lebih mencerminkan aktivitas perdagangan yang melambat dan melemahnya permintaan—bukan karena masuknya dana baru secara besar-besaran.
Rekor pasokan yang tertidur di sisi penawaran memang menjadi penopang kelangkaan yang kuat. Tetapi masalah terbesar pasar saat ini adalah permintaan terlalu lemah: arus keluar ETF yang berlanjut, investor ritel yang menyerah (cut loss), penjualan oleh para penambang, serta tekanan jual empat lapis dari Strategy yang juga mengurangi kepemilikan—semuanya terjadi bersamaan. Kelangkaan baru benar-benar bisa berubah menjadi dorongan kenaikan harga ketika permintaan kembali pulih.
Saat ini, BTC masih berjuang di kisaran 62.000–64.000 dolar. Narasi kelangkaan adalah kartu bertahan jangka panjang, tetapi dalam jangka pendek harga tetap bergantung pada kapan pembeli kembali hadir.
BTC yang tidak bergerak selama lebih dari 10 tahun (dapat dianggap sebagai “hilang” atau pasokan yang tertidur permanen) telah mencapai 3,56 juta koin, sekitar 17,7% dari pasokan yang beredar, dan juga menjadi rekor tertinggi sepanjang masa. Dalam 30 hari terakhir, lebih dari 14.000 BTC lagi masuk ke kategori tidur panjang ini. Tren ini terus mengurangi pasokan BTC yang benar-benar bisa diperdagangkan.
Di sisi lain, pasokan yang dipegang dalam jangka panjang juga terus meningkat secara paralel. Pasokan pemegang jangka panjang (kepemilikan lebih dari 155 hari) telah mencapai 16,64 juta BTC, atau 83% dari pasokan yang beredar, dan turut mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Secara sederhana, dari setiap 6 BTC, 5 di antaranya tidak pernah berpindah dalam 5 bulan terakhir.
Dari sisi penawaran, ini jelas merupakan kabar baik yang nyata. BTC yang bisa diperdagangkan semakin sedikit, dan pasokan baru terus dikunci. Akibatnya, setiap permintaan baru akan memberikan dampak marjinal yang lebih besar terhadap harga.
Baru-baru ini, Zhao Changpeng juga mengatakan bahwa 10% hingga 20% BTC yang telah ditambang kemungkinan sudah hilang secara permanen, sehingga BTC sedang menjadi aset yang benar-benar deflasioner.
Namun, dari sisi permintaan, situasinya mungkin tidak sesederhana itu.
Lonjakan rekor pasokan pemegang jangka panjang tidak seharusnya ditafsirkan secara sederhana sebagai sinyal akumulasi bullish, melainkan lebih mencerminkan aktivitas perdagangan yang melambat dan melemahnya permintaan—bukan karena masuknya dana baru secara besar-besaran.
Rekor pasokan yang tertidur di sisi penawaran memang menjadi penopang kelangkaan yang kuat. Tetapi masalah terbesar pasar saat ini adalah permintaan terlalu lemah: arus keluar ETF yang berlanjut, investor ritel yang menyerah (cut loss), penjualan oleh para penambang, serta tekanan jual empat lapis dari Strategy yang juga mengurangi kepemilikan—semuanya terjadi bersamaan. Kelangkaan baru benar-benar bisa berubah menjadi dorongan kenaikan harga ketika permintaan kembali pulih.
Saat ini, BTC masih berjuang di kisaran 62.000–64.000 dolar. Narasi kelangkaan adalah kartu bertahan jangka panjang, tetapi dalam jangka pendek harga tetap bergantung pada kapan pembeli kembali hadir.