Menurut BBC, pasukan keamanan di Zambia menyita senjata dan menangkap 11 orang, termasuk tokoh-tokoh oposisi senior, terkait dugaan rencana pemberontakan setelah pemilihan presiden hari Kamis lalu. Pemerintah mengatakan kandidat oposisi Brian Mundubile ditemukan di lokasi penggerebekan di Lusaka, sementara pejabat sipil senior Patrick Kangwa mengatakan bahwa mereka yang ditahan memiliki keterkaitan dengan rencana militer yang melibatkan warga negara asing dan kamp pelatihan ilegal. Kangwa mengatakan para tersangka memiliki persenjataan militer berkelas tinggi, amunisi, dan bahan-bahan lain yang ditujukan untuk pemberontakan bersenjata, serta menuduh telah terjadi tembakan ke petugas penegak hukum sebelum pertukaran tembakan. Mundubile menyebut penggerebekan itu sebagai upaya terhadap nyawanya dan mengatakan rekan-rekannya ditembak di hadapannya. Ia sebelumnya mengklaim kemenangan dan menuduh adanya kejanggalan dalam pemungutan suara, sementara pihak berwenang membantah klaim tersebut. Komisi pemilihan umum Zambia sempat menunda penghitungan dan pengumuman hasil pada Jumat, dengan alasan kekerasan terhadap petugas pemungutan suara dan pencurian surat suara bertanda, sebelum menangguhkan penundaan tersebut kemudian pada hari yang sama.
