“Saudara-saudara, $DeFi pinjam-meminjam sudah berkembang selama bertahun-tahun, mengapa kita masih menerima suku bunga mengambang yang tidak bisa diprediksi?”

Pertanyaan ini secara alami bisa membawa topik suku bunga tetap, tenor, dan manajemen risiko, dan juga sangat relevan dengan posisi TermMax.

DeFi sudah berkembang selama bertahun-tahun, tetapi belakangan saya justru mulai memikirkan satu pertanyaan yang sangat mendasar:

Mengapa suku bunga pinjaman on-chain harus terus berubah?

Selama ini kita terbiasa dengan model pasar pinjaman seperti Aave dan Compound: ketika utilisasi dana berubah, suku bunga pinjaman juga ikut berubah. Saat permintaan dana naik di pasar bull, biaya pinjaman yang awalnya terlihat tidak tinggi bisa dengan cepat meningkat.

Namun jika DeFi benar-benar ingin bertransformasi dari “kasino on-chain” menuju pasar keuangan yang matang, saya rasa suku bunga tetap dan tenor yang jelas adalah langkah yang sulit dihindari.

Inilah juga bagian yang membuat saya cukup tertarik saat baru-baru ini meneliti @TermMax .

TermMax mencoba menggabungkan pinjaman berbunga tetap dengan mekanisme opsi. Bagi saya, yang benar-benar layak diperhatikan bukan sekadar “satu lagi protokol pinjaman DeFi”, melainkan bahwa ia sedang mencoba menyelesaikan satu masalah yang sangat nyata:

Sebelum meminjam uang, bisakah saya tahu terlebih dahulu berapa total biaya yang pada akhirnya harus saya bayar?

Dalam keuangan tradisional, ini hal yang sangat normal, tetapi di dunia DeFi justru belum menjadi pengalaman yang paling umum.

Jika skala dana on-chain terus membesar di masa depan, saya rasa persaingan mungkin tidak lagi hanya soal “siapa yang punya APY lebih tinggi”, melainkan siapa yang bisa menawarkan suku bunga yang lebih bisa diprediksi, tenor yang lebih jelas, dan alat manajemen risiko yang lebih matang.

Dari sudut pandang ini, suku bunga tetap mungkin justru menjadi salah satu kepingan puzzle yang layak diperhatikan pada tahap berikutnya dari DeFi lending.

#termmax @TermMax