Analis Bitunix: Risalah The Fed dan PMI saling bergantian, situasi di Selat Hormuz menggerakkan harga minyak dan sentimen risiko global
Pada 17 Agustus, pasar pekan ini akan kedatangan risalah rapat The Fed bulan Juli, PMI bulan Agustus, serta laporan keuangan raksasa ritel seperti Walmart dan Target. Belakangan, data CPI, PPI, dan penjualan ritel AS cenderung melemah; penetapan harga pasar untuk kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September telah turun hingga sekitar 27%, dan Goldman Sachs juga berpendapat kenaikan suku bunga pada September “sangat tidak mungkin”. Tekanan terhadap suku bunga jangka pendek pun sempat mereda. Namun, risalah FOMC tetap perlu dicermati terkait sikap para pejabat terhadap inflasi dan harga energi; jika risalah mengirimkan sinyal yang lebih keras, ekspektasi suku bunga masih mungkin dinilai ulang.
Di sisi lain, apakah Selat Hormuz benar-benar dapat memulihkan pelayaran komersial akan berdampak langsung pada harga minyak serta ekspektasi inflasi. Menurut laporan, Iran dan Oman telah mencapai kemajuan terkait jalur pelayaran, tetapi volume pelayaran aktual masih jauh di bawah tingkat normal. Karena itu, saat ini masih tergolong kemajuan diplomasi, bukan pemulihan risiko pasokan. Jika pelayaran terus pulih, premi risiko minyak mentah berpotensi menurun; sebaliknya, jika perundingan terhambat atau konflik di laut meningkat, kenaikan harga minyak kembali dapat menambah tekanan inflasi global dan suku bunga.
Meski saham AS tetap bertahan di level tinggi, sisi konsumsi AS menunjukkan pelemahan yang bersifat parsial. Laporan keuangan Walmart, Target, Home Depot, dan lainnya pada pekan ini akan menjadi bukti lebih lanjut mengenai ketahanan konsumsi. Saat ini kontradiksi terbesar di pasar adalah: laba perusahaan masih kuat, tetapi harga minyak yang tinggi, pendinginan pasar tenaga kerja, serta biaya hidup menekan kemampuan belanja sebagian konsumen. Jika konsumsi tetap tangguh, AI dan laba perusahaan masih dapat menopang valuasi saham AS; namun jika konsumsi memburuk lebih lanjut, pasar akan kembali menilai ulang kelayakan laba perusahaan dan keberlanjutan valuasi yang terlalu tinggi.
Secara keseluruhan, inti pasar pekan ini bukanlah ekspektasi tunggal mengenai kenaikan atau penurunan suku bunga, melainkan apakah penurunan tekanan kebijakan moneter dapat mengimbangi tekanan biaya modal yang terbentuk dari harga energi, pembiayaan fiskal, dan suku bunga jangka panjang. Risalah FOMC, PMI, laporan keuangan ritel, serta kondisi pelayaran di Hormuz akan bersama-sama menentukan kemampuan aset berisiko untuk bertahan di tengah lingkungan valuasi yang tinggi.