Penjualan ritel AS pada bulan Juli turun tak terduga sebesar 0,6% secara bulanan, jauh di bawah perkiraan pasar yang memprediksi kenaikan 0,1%. Ditambah dengan indeks awal kepercayaan konsumen Universitas Michigan pada bulan Agustus yang turun ke 51,0, sinyal perlambatan ekonomi AS semakin menguat. Akibatnya, indeks dolar AS melemah dan ditutup di sekitar 99,6. Euro terhadap dolar AS naik ke sekitar 1,1570, level tertinggi sejak pertengahan Juni. Poundsterling terhadap dolar AS menyentuh level tertinggi sejak 12 Mei di 1,3561. Peluang pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September telah turun menjadi sekitar 31%. Pelemahan dolar AS dalam jangka pendek dapat memberi dukungan bagi mata uang non-AS. Hanya untuk referensi informasi, bukan merupakan saran investasi.