Analisis Rotasi Pasar Kripto — Arus dana sedang selektif, belum menyebar ke seluruh pasar


Data diperbarui sesuai waktu saat ini, 17/08/2026.

1. Struktur Pasar

Harga BTC berada di sekitar 63K USD, funding masih positif namun rendah, sementara Fear & Greed berada di level 37 — pasar cenderung lebih hati-hati daripada risk-on yang jelas. BTC tetap berperan sebagai jangkar likuiditas, tetapi pergerakan harga yang mendatar dengan partisipasi yang belum cukup kuat menunjukkan bahwa arus dana belum siap untuk meluas secara merata ke altcoin. (MEXC)

ETH đang berada dalam kondisi struktural yang lebih lemah dibanding BTC, namun arus dana institusional tidak sepenuhnya meninggalkan ETH: ETF ETH telah mencatat peningkatan pada bulan Juli dan terus mengalami arus dana pada bulan Agustus. Ini menunjukkan bahwa ETH masih menjadi salah satu jalur utama ketika risk appetite kembali. (24/7 Wall St.)

SOL lebih menonjol jika dilihat dari relative strength. Arus dana ETF pada pekan terakhir tercatat sangat mencolok, mengindikasikan bahwa SOL dipilih secara selektif, bukan sekadar tersingkir dari daftar altcoin. Namun, ini masih berupa rotasi yang selektif—belum menjadi altseason yang disepakati luas. (CoinGape)

2. Rotasi Likuiditas

Hal yang paling menonjol saat ini bukanlah seberapa besar total kapitalisasi meningkat, melainkan uang terkonsentrasi ke mana. Kelompok RWA, DeFi, AI, dan meme masih memiliki likuiditas yang signifikan, tetapi tingkat participation sangat berbeda-beda.

Data sektor menunjukkan DeFi dan RWA masih memiliki skala likuiditas yang besar, sementara meme dan AI terus mempertahankan perhatian tinggi. Secara khusus, tokenized assets/RWA memiliki struktur yang lebih baik daripada meme karena didukung oleh proses tokenisasi aset tradisional, bukan hanya bergantung pada sentimen. (CoinGecko)

3. Layer-1 / Layer-2

Pada kelompok L1, SOL saat ini jauh lebih layak dipantau dibanding banyak token L1 lain berkapitalisasi besar karena ada indikasi menarik arus dana institusional sekaligus menjaga relative strength yang relatif baik. Sebaliknya, banyak L1 lainnya masih kekurangan volume yang cukup besar untuk membuktikan bahwa demand kembali menguat.

Di sisi L2, perlu lebih berhati-hati. Kenaikan kuat pada token dalam beberapa sesi saja tidak cukup untuk membuktikan rotasi yang berkelanjutan. L2 baru benar-benar menarik bila volume spot naik bersamaan dengan aktivitas, TVL, dan usage—bukan hanya terlihat ada aliran spekulatif.

4. RWA + DeFi

RWA adalah salah satu narasi yang paling berulang di pasar saat ini. Bukan hanya tokennya yang naik, jumlah aset yang sudah tokenisasi terus berkembang pesat: CoinGecko mencatat jumlah tokenized stocks naik lebih dari 3.300% sejak awal 2024 hingga Mei 2026, sementara RWA naik lebih dari 1.900%. (CoinGecko)

ONDO dan LINK karenanya layak dipantau pada level infrastruktur/narasi, bukan hanya melihat pergerakan harga. Ondo telah memasukkan tokenized stocks ke DeFi sebagai collateral, sedangkan Chainlink menyediakan lapisan data untuk aset-aset tersebut. Ini adalah bentuk demand yang berpotensi berulang jika tokenized securities terus meluas. (Ondo Finance)

DeFi juga menunjukkan tanda-tanda kembali dari sisi likuiditas, tetapi segmentasinya sangat jelas. UNI dan protokol dengan volume riil yang benar-benar diperhatikan lebih menarik dibanding token DeFi yang hanya naik karena narasi.

5. AI / DePIN / Infrastruktur

AI tetap menjadi sektor dengan mindshare besar, tetapi di sinilah perlu membedakan momentum dari sustained demand. TAO, RENDER, GRASS, dan beberapa token DePIN/compute berpotensi menarik arus dana saat narasi AI kembali, namun volume harus meningkat bersamaan dengan harga agar menjadi bermakna.

GRASS adalah contoh yang layak ditelusuri karena pernah menunjukkan relative strength yang jauh lebih baik dibanding banyak token DePIN lainnya, sementara AKT dan beberapa token infrastruktur masih lebih lemah secara struktur. Ini menunjukkan bahwa arus dana saat ini tidak membeli seluruh sektor AI/DePIN sekaligus, melainkan mencari proyek-proyek dengan momentum tersendiri. (Cijss)

6. Narasi Individual

LINK menonjol di titik temu antara RWA, oracle, dan institutional infrastructure. ONDO berada di titik temu antara tokenization dan DeFi. HYPE mewakili tesis on-chain trading, tetapi perlu dipantau terkait persaingan dan kemampuan mempertahankan pangsa pasar—terutama setelah JPMorgan memperingatkan adanya tekanan kompetisi di bidang decentralized trading. (The Block)

Ini adalah narasi dengan struktur yang khas, berbeda dari token yang hanya terdorong oleh market beta.

7. Spekulasi

Meme masih menjadi tempat likuiditas spekulatif yang paling aktif. DOGE, SHIB, dan meme-meme besar memiliki keunggulan dari sisi brand awareness dan liquidity, tetapi justru karena itu mereka juga bereaksi sangat cepat ketika risk appetite melemah.

Meme bisa melonjak tanpa perubahan fundamentals, tetapi sustained demand lebih sulit dipastikan. Jika volume turun cepat sementara harga tetap tinggi, itu biasanya sinyal untuk lebih berhati-hati, bukan sinyal untuk mengejar.

8. Previous Hotspots

Beberapa kelompok yang sebelumnya sangat panas seperti HYPE, TAO, dan sebagian AI/DePIN kini tidak lagi memiliki struktur konsensus seperti pada fase momentum tinggi. Masalahnya bukan narasinya mati, melainkan capital efficiency yang menurun: harga mungkin masih relatif stabil, tetapi volume dan relative strength tidak lagi berkembang.

Inilah perbedaan antara narasi yang masih dipikirkan pasar dan narasi yang benar-benar menerima likuiditas baru.

9. Likuiditas MEME

Likuiditas meme saat ini masih terutama terkonsentrasi pada nama-nama dengan likuiditas dalam seperti DOGE dan SHIB, ketimbang menyebar secara merata ke seluruh pasar meme. Ini menunjukkan bahwa speculative capital masih ada, tetapi sedang diseleksi.

Jika volume meme naik bersamaan dengan breadth dan likuiditas melebar ke lebih banyak token, barulah itu tanda risk-on yang lebih jelas. Sebaliknya, jika hanya beberapa meme yang naik sementara volume seluruh sektor melemah, pergerakan itu cenderung bersifat rotasi jangka pendek.

My main takeaway

Gambaran saat ini bukan “seluruh pasar sama-sama naik”, melainkan likuiditas sedang dialokasikan berdasarkan narasi per narasi.

BTC tetap menjadi jangkar likuiditas. ETH memegang peran sebagai pintu gerbang untuk eksposur alt institusional. SOL memiliki relative strength yang patut diperhatikan. RWA dan DeFi memiliki thesis struktural yang lebih baik berkat kebutuhan tokenization dan aktivitas keuangan on-chain. AI/DePIN memiliki momentum, tetapi perlu konfirmasi melalui volume. Meme masih menarik likuiditas spekulatif, namun ketahanannya lebih rendah.

Cara membaca pasar saat ini sebaiknya mengikuti urutan: Liquidity → Volume → Relative Strength → Narrative → Structure → Sustained Demand.

Harga menarik perhatian. Volume mengonfirmasi participation. Struktur mengonfirmasi pergerakan. Namun barulah ketika sustained liquidity terus kembali, sebuah narasi baru benar-benar punya peluang menjadi tren.

$BTC $ETH $SOL #BinanceP2PAnToan #USToPressNationsToPickUSOrChinaAICoalition #SECReviewsSix3xLeveragedCommodityETFs