Saya sempat memikirkan Dusk dengan cara yang agak berbeda setelah menghabiskan beberapa hari membaca model privasinya. Awalnya, saya lebih banyak melihat kerahasiaan sebagai perlindungan dari paparan publik. Bingkai yang cukup umum. Tapi semakin saya melihat selective disclosure, semakin terasa bahwa persoalan utamanya bukanlah kerahasiaan, melainkan waktu.

Sebuah institusi mungkin merasa nyaman untuk membuktikan bahwa seorang peserta memenuhi syarat tanpa mengungkap identitas atau posisi penuh peserta tersebut kepada semua orang. Seorang auditor mungkin memerlukan catatan yang lebih mendalam nanti. Pihak lawan mungkin hanya perlu informasi yang cukup untuk menyelesaikan transaksi dengan aman. Semua itu adalah jendela informasi yang benar-benar berbeda, dan memperlakukannya sebagai satu kumpulan data publik kemungkinan besar menimbulkan masalah sebelum transaksi bahkan selesai.

Itu membuat controlled disclosure terasa kurang seperti fitur privasi dan lebih seperti struktur pasar. Siapa yang mengetahui ukuran, identitas, paparan, atau maksud terlebih dahulu dapat memengaruhi kekuatan tawar-menawar dan eksekusi. Kebocoran kecil pun tetap berarti ketika posisi menjadi cukup besar.

Namun saya masih belum yakin di mana kontrol paling kuat sebaiknya ditempatkan. Jika izin disclosure menjadi terlalu bergantung pada penerbit, perantara, atau keputusan tata kelola, infrastruktur privasi bisa diam-diam menciptakan penjaga gerbang (gatekeeper) lain.

Jadi metrik yang ingin saya pantau bukan hanya volume transaksi. Saya lebih tertarik pada seberapa sering peserta yang berbeda benar-benar meminta disclosure yang lebih mendalam, dan siapa yang akhirnya mengendalikan izin-izin tersebut dari waktu ke waktu.
#dusk $DUSK @Dusk $PORTAL $KII