Bitcoin adalah kasino tempat semua orang bisa menang
Orang paling jago membuat perumpamaan di dunia keuangan akhirnya turun tangan lagi.
Michael Saylor, pendiri MicroStrategy, mengatakan bahwa Bitcoin adalah satu-satunya kasino yang semua orang bisa menang.
Maksudnya apa? Mari kita bahas kasino tradisional dulu.
Itu permainan zero-sum, bahkan bisa bernilai negatif. Bandar selalu memegang keunggulan matematis. Setiap uang yang kamu menangkan, pada dasarnya adalah uang yang hilang dari orang lain—atau dari bandar itu sendiri.
Bitcoin berbeda. Alasan Saylor ada tiga.
Pertama, ia adalah aset dengan kelangkaan absolut. Dolar dan VND seperti uang fiat lain, begitu mesin pencetak uang dinyalakan, nilainya langsung tergerus. Total pasokan Bitcoin dikunci ketat pada 21 juta koin. Arus dana global terus masuk ke sebuah kolam yang tak pernah bertambah, sehingga harga hanya bisa bergerak mengikuti waktu.
Kedua, tidak ada bandar. Bitcoin adalah jaringan terdesentralisasi. Tidak ada bank investasi atau pemerintah tertentu yang diam-diam menarik dana, memanipulasi aturan, atau menahan keuntungan. Para pemain bertarung langsung satu sama lain, tanpa perlu melihat muka siapa pun.
Ketiga, kekacauan adalah bahan bakarnya. Semakin bergejolak keuangan tradisional, semakin liar inflasi, dan semakin panas konflik geopolitik, dana semakin memilih bersembunyi ke dalam Bitcoin. Ia seperti tempat perlindungan di masa darurat—semakin ribut dunia luar, semakin berharga ia.
Lalu, kapan kita dianggap kalah?
Jawaban Saylor justru sangat tidak intuitif—hanya ada satu cara untuk kalah: tidak ikut bermain, atau keluar terlalu cepat.
Kalau diterjemahkan ke bahasa sehari-hari: anggap saja kamu bearish terhadapnya, itu tidak ada hubungannya; yang benar-benar salah adalah saat kamu tidak bisa bertahan dan akhirnya kehilangan semuanya.
#saling_follow_saling_subscribe# #kalau_punya_follow_pasti_dibalas#
Orang paling jago membuat perumpamaan di dunia keuangan akhirnya turun tangan lagi.
Michael Saylor, pendiri MicroStrategy, mengatakan bahwa Bitcoin adalah satu-satunya kasino yang semua orang bisa menang.
Maksudnya apa? Mari kita bahas kasino tradisional dulu.
Itu permainan zero-sum, bahkan bisa bernilai negatif. Bandar selalu memegang keunggulan matematis. Setiap uang yang kamu menangkan, pada dasarnya adalah uang yang hilang dari orang lain—atau dari bandar itu sendiri.
Bitcoin berbeda. Alasan Saylor ada tiga.
Pertama, ia adalah aset dengan kelangkaan absolut. Dolar dan VND seperti uang fiat lain, begitu mesin pencetak uang dinyalakan, nilainya langsung tergerus. Total pasokan Bitcoin dikunci ketat pada 21 juta koin. Arus dana global terus masuk ke sebuah kolam yang tak pernah bertambah, sehingga harga hanya bisa bergerak mengikuti waktu.
Kedua, tidak ada bandar. Bitcoin adalah jaringan terdesentralisasi. Tidak ada bank investasi atau pemerintah tertentu yang diam-diam menarik dana, memanipulasi aturan, atau menahan keuntungan. Para pemain bertarung langsung satu sama lain, tanpa perlu melihat muka siapa pun.
Ketiga, kekacauan adalah bahan bakarnya. Semakin bergejolak keuangan tradisional, semakin liar inflasi, dan semakin panas konflik geopolitik, dana semakin memilih bersembunyi ke dalam Bitcoin. Ia seperti tempat perlindungan di masa darurat—semakin ribut dunia luar, semakin berharga ia.
Lalu, kapan kita dianggap kalah?
Jawaban Saylor justru sangat tidak intuitif—hanya ada satu cara untuk kalah: tidak ikut bermain, atau keluar terlalu cepat.
Kalau diterjemahkan ke bahasa sehari-hari: anggap saja kamu bearish terhadapnya, itu tidak ada hubungannya; yang benar-benar salah adalah saat kamu tidak bisa bertahan dan akhirnya kehilangan semuanya.
#saling_follow_saling_subscribe# #kalau_punya_follow_pasti_dibalas#