SAYLOR BERJUDI SELAMA 48 BULAN: SEBERAPA TINGGI BITCOIN HARUS NAIK UNTUK MENGALAHKAN EMAS? ๐ŸŸ 
Michael Saylor, Ketua Eksekutif Strategy, kembali menarik perhatian setelah mengatakan bahwa Bitcoin bisa menjadi aset terbesar di dunia dalam 48 bulan ke depan. Pernyataan tersebut bukan sekadar prediksi tentang kenaikan nilai BTC; pernyataan itu menyiratkan bahwa kapitalisasi pasar Bitcoin dapat melampaui emas dan aset terbesar di dunia. Saylor sebelumnya pernah membuat argumen serupa, mengatakan bahwa Bitcoin bergerak cepat menuju lapisan teratas aset global.
Mengubah prediksi itu menjadi perhitungan sederhana memperlihatkan seberapa besar pergerakan yang dibutuhkan. Saat ini Bitcoin diperdagangkan di kisaran $63.000 dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,26 triliun dan sekitar 20,07 juta BTC beredar.
Sementara itu, emas diperkirakan memiliki kapitalisasi pasar sekitar $31,1 triliun. Dengan menjadikan angka itu sebagai patokan, Bitcoin perlu memiliki kapitalisasi pasar di atas $31,1 triliun untuk menyalip emas. Dengan kira-kira 20,07 juta BTC beredar, itu berarti harga Bitcoin sekitar $1,55 juta per koin. Angka tersebut setara dengan sekitar 24,6 kali harga saat ini.
Tentu saja, ini hanya perhitungan berdasarkan nilai pasar saat ini. Harga emas, pasokan Bitcoin yang beredar, dan jumlah BTC yang tersedia di pasar semuanya akan berubah seiring waktu, sehingga ambang batas sesungguhnya pada tahun 2030 bisa sangat berbeda. Menjadi aset terbesar di dunia juga tidak hanya bergantung pada harga. Bitcoin perlu pertumbuhan berkelanjutan dalam adopsi, likuiditas, dan perannya dalam sistem keuangan global.
Saylor menetapkan target yang sangat ambisius, tetapi poin yang lebih menarik adalah bahwa kesenjangan antara Bitcoin dan emas kini bisa dinyatakan melalui angka yang konkret.
Jika BTC mencapai $1,55 juta, apakah itu cukup agar Bitcoin benar-benar menggantikan emas sebagai aset terbesar di dunia? ๐Ÿค”
Lakukan riset Anda sendiri dengan saksama sebelum melakukan transaksi (DYOR). $BTC $PORTAL $BTW #Colecolen