Hal paling menakutkan dalam trading tidak pernah arah yang salah, melainkan karena tidak bisa mengendalikan tangan sendiri.$HYPE
Kalau kamu menengok lagi catatan tradingmu, kamu akan menemukan bahwa sebagian besar kerugian sebenarnya bukan karena “jebakan” dari pergerakan harga. Saat seharusnya kamu tetap kosong (wait) dan mengamati, kamu justru memaksakan diri untuk membuka posisi.$BTC
Belakangan aku membuat lima aturan keras untuk diriku sendiri: absolut tidak membuka posisi. Tujuan utamanya sebenarnya bukan untuk meraup lebih banyak keuntungan, tapi untuk menghindari melakukan salah order yang tidak perlu.
Para trader lama yang sudah bertahan di pasar selama bertahun-tahun pada dasarnya hidup dengan aturan-aturan keras seperti ini untuk menyelamatkan diri.
Di posisi-posisi penting, tidak boleh membuka posisi.
Hanya ketika jelas ada dukungan/penopang tren di level support atau area tekanan/resistance, barulah eksekusi dilakukan. Di tengah-tengah fase harga yang menggantung—bahkan jika terlihat sangat menggoda—tetap saja jangan menjulurkan tangan.
Selama tren belum terkonfirmasi, tidak boleh membuka posisi.
Mengejar reversal juga boleh, tapi harus menunggu sinyalnya benar-benar “selesai” ditunjukkan oleh pasar. Sebelum terjadi breakout, semua penilaianmu hanyalah tebak-tebakan—tidak perlu berjudi.
Selama sistem belum mengeluarkan sinyal, tidak boleh membuka posisi.
Satu-satunya hal yang benar-benar bisa kamu percayai dalam trading adalah sistem trading yang kamu asah sendiri—bukan “perasaan” yang tiba-tiba muncul di chart, apalagi emosi yang ikut terseret oleh pergerakan harga.
Kalau kamu belum paham perhitungan stop loss, tidak boleh membuka posisi.
Sebelum membuka order, kalau kamu masih ragu-ragu menentukan stop loss mau taruh di mana, maka order ini dari awal memang tidak valid—lebih baik langsung ditinggalkan.
Kalau rasio risk-reward tidak masuk akal, tidak boleh membuka posisi.
Begitu risiko yang kamu ambil lebih besar daripada keuntungan potensial yang bisa kamu peroleh, sekalipun kamu merasa arah sudah benar, transaksi ini tetap tidak layak dilakukan.
Kelima aturan ini kalau diucapkan terdengar sederhana bagi siapa saja, tapi yang benar-benar sulit dari awal sampai akhir hanya satu hal:
Melaksanakannya tanpa kompromi.
Pergerakan harga di pasar bisa berubah setiap hari, dan peluang selalu bisa ditemukan.
Apakah kamu bisa menahan tangan yang ingin menekan tombol konfirmasi—itulah inti yang benar-benar menentukan seberapa jauh jalan tradingmu bisa ditempuh.
Kalau kamu menengok lagi catatan tradingmu, kamu akan menemukan bahwa sebagian besar kerugian sebenarnya bukan karena “jebakan” dari pergerakan harga. Saat seharusnya kamu tetap kosong (wait) dan mengamati, kamu justru memaksakan diri untuk membuka posisi.$BTC
Belakangan aku membuat lima aturan keras untuk diriku sendiri: absolut tidak membuka posisi. Tujuan utamanya sebenarnya bukan untuk meraup lebih banyak keuntungan, tapi untuk menghindari melakukan salah order yang tidak perlu.
Para trader lama yang sudah bertahan di pasar selama bertahun-tahun pada dasarnya hidup dengan aturan-aturan keras seperti ini untuk menyelamatkan diri.
Di posisi-posisi penting, tidak boleh membuka posisi.
Hanya ketika jelas ada dukungan/penopang tren di level support atau area tekanan/resistance, barulah eksekusi dilakukan. Di tengah-tengah fase harga yang menggantung—bahkan jika terlihat sangat menggoda—tetap saja jangan menjulurkan tangan.
Selama tren belum terkonfirmasi, tidak boleh membuka posisi.
Mengejar reversal juga boleh, tapi harus menunggu sinyalnya benar-benar “selesai” ditunjukkan oleh pasar. Sebelum terjadi breakout, semua penilaianmu hanyalah tebak-tebakan—tidak perlu berjudi.
Selama sistem belum mengeluarkan sinyal, tidak boleh membuka posisi.
Satu-satunya hal yang benar-benar bisa kamu percayai dalam trading adalah sistem trading yang kamu asah sendiri—bukan “perasaan” yang tiba-tiba muncul di chart, apalagi emosi yang ikut terseret oleh pergerakan harga.
Kalau kamu belum paham perhitungan stop loss, tidak boleh membuka posisi.
Sebelum membuka order, kalau kamu masih ragu-ragu menentukan stop loss mau taruh di mana, maka order ini dari awal memang tidak valid—lebih baik langsung ditinggalkan.
Kalau rasio risk-reward tidak masuk akal, tidak boleh membuka posisi.
Begitu risiko yang kamu ambil lebih besar daripada keuntungan potensial yang bisa kamu peroleh, sekalipun kamu merasa arah sudah benar, transaksi ini tetap tidak layak dilakukan.
Kelima aturan ini kalau diucapkan terdengar sederhana bagi siapa saja, tapi yang benar-benar sulit dari awal sampai akhir hanya satu hal:
Melaksanakannya tanpa kompromi.
Pergerakan harga di pasar bisa berubah setiap hari, dan peluang selalu bisa ditemukan.
Apakah kamu bisa menahan tangan yang ingin menekan tombol konfirmasi—itulah inti yang benar-benar menentukan seberapa jauh jalan tradingmu bisa ditempuh.