Aku terus menatap DUSK itu sendiri hari ini, alih-alih langsung kembali ke fitur privasi, dan satu hal mulai menggangguku sedikit.
Token itu punya dua tugas yang cukup berbeda di dalam jaringan. Token dapat digunakan sebagai bagian dari partisipasi konsensus, tetapi token juga merupakan aset yang digunakan untuk membayar komputasi saat transaksi dieksekusi. Awalnya itu terdengar seperti poin sederhana tentang kegunaan token. Semakin kupikirkan, semakin aku bertanya-tanya apakah kedua penggunaan itu benar-benar menciptakan permintaan dengan cara yang sama.
Staking adalah soal mengunci modal untuk ikut berperan dalam mengamankan jaringan. Biaya transaksi sama sekali berbeda. Biaya itu bergantung pada orang-orang yang benar-benar melakukan hal-hal di rantai.
Perbedaan itu penting bagiku karena sebuah jaringan bisa saja punya orang-orang yang memegang dan melakukan staking sebuah aset tanpa ada banyak eksekusi nyata yang terjadi di sekitarnya. Dalam situasi seperti itu, token bisa saja punya peran protokol yang jelas, tetapi tetap tidak menunjukkan jenis penggunaan yang biasanya kubayangkan ada pada jaringan yang sibuk.
Dan aku pikir inilah bagian yang masih kucoba pahami tentang Dusk.
Jika aplikasi yang bersifat rahasia pada akhirnya membawa lebih banyak transaksi ke atas rantai, maka sisi komputasi dari kegunaan DUSK akan jadi jauh lebih menarik bagiku. Tetapi jika aktivitas lebih banyak tetap terikat pada partisipasi konsensus, maka aku tidak yakin staking saja memberitahuku banyak tentang permintaan ekosistem yang sebenarnya.
Mungkin aku melihat token ini terlalu sempit, tetapi aku lebih ingin mengamati seberapa banyak DUSK digunakan untuk komputasi yang benar-benar terjadi dari waktu ke waktu daripada sekadar melihat seberapa banyak yang dikunci dalam staking.
Itulah angka yang ingin kutahui sekarang.
#dusk $DUSK @Dusk
Token itu punya dua tugas yang cukup berbeda di dalam jaringan. Token dapat digunakan sebagai bagian dari partisipasi konsensus, tetapi token juga merupakan aset yang digunakan untuk membayar komputasi saat transaksi dieksekusi. Awalnya itu terdengar seperti poin sederhana tentang kegunaan token. Semakin kupikirkan, semakin aku bertanya-tanya apakah kedua penggunaan itu benar-benar menciptakan permintaan dengan cara yang sama.
Staking adalah soal mengunci modal untuk ikut berperan dalam mengamankan jaringan. Biaya transaksi sama sekali berbeda. Biaya itu bergantung pada orang-orang yang benar-benar melakukan hal-hal di rantai.
Perbedaan itu penting bagiku karena sebuah jaringan bisa saja punya orang-orang yang memegang dan melakukan staking sebuah aset tanpa ada banyak eksekusi nyata yang terjadi di sekitarnya. Dalam situasi seperti itu, token bisa saja punya peran protokol yang jelas, tetapi tetap tidak menunjukkan jenis penggunaan yang biasanya kubayangkan ada pada jaringan yang sibuk.
Dan aku pikir inilah bagian yang masih kucoba pahami tentang Dusk.
Jika aplikasi yang bersifat rahasia pada akhirnya membawa lebih banyak transaksi ke atas rantai, maka sisi komputasi dari kegunaan DUSK akan jadi jauh lebih menarik bagiku. Tetapi jika aktivitas lebih banyak tetap terikat pada partisipasi konsensus, maka aku tidak yakin staking saja memberitahuku banyak tentang permintaan ekosistem yang sebenarnya.
Mungkin aku melihat token ini terlalu sempit, tetapi aku lebih ingin mengamati seberapa banyak DUSK digunakan untuk komputasi yang benar-benar terjadi dari waktu ke waktu daripada sekadar melihat seberapa banyak yang dikunci dalam staking.
Itulah angka yang ingin kutahui sekarang.
#dusk $DUSK @Dusk