🔥🔥🔥 Berita Besar! Ikut Berkomentar 🧧🧧🧧
19 Agustus, Presiden Trump akan menemui para CEO Coinbase, Ripple, Gemini, Kraken, Robinhood, Polymarket, Kalshi, dan lainnya di Gedung Putih. Turut hadir juga Ketua SEC Paul Atkins dan Ketua CFTC Michael Selig. Pimpinan lembaga keuangan tradisional seperti NYSE, Nasdaq, dan lainnya turut diundang.
Pertemuan ini dipandang sebagai pemanasan untuk rapat resmi pertama dari Komite Konsultatif Inovasi baru yang dibentuk oleh CFTC. Adapun acara utamanya ada pada bulan September—RUU CLARITY akan menghadapi pemungutan suara kunci di Senat.
Berbicara tentang RUU CLARITY, tujuannya adalah membangun kerangka regulasi federal untuk aset digital, sekaligus memperjelas batas kewenangan SEC dan CFTC. Namun, peluang kelulusannya saat ini tidak terlalu menggembirakan—di Polymarket hanya 19%, sementara Galaxy Digital memperkirakan hanya sekitar 10%. Perbedaan di antara kedua partai cukup besar, terutama terkait etika bisnis kripto pejabat dan masalah insentif untuk stablecoin.
Namun, Direktur Riset Aset Digital VanEck, Matthew Sigel, memberikan penilaian berani: jika RUU CLARITY akhirnya disahkan, ia akan memicu “lonjakan pembebasan yang besar” (an enormous relief rally) pada token di level L1. Setelah kepastian regulasi benar-benar terwujud, aset native dari blockchain publik berpotensi meledak.
Pertemuan di Gedung Putih minggu depan, apakah akan menjadi pendahulu kebocoran/pembukaan jalan regulasi kripto? Pemungutan suara Senat pada 15 September mungkin menjadi titik balik yang menentukan nasib L1.
Mari kita tunggu!
19 Agustus, Presiden Trump akan menemui para CEO Coinbase, Ripple, Gemini, Kraken, Robinhood, Polymarket, Kalshi, dan lainnya di Gedung Putih. Turut hadir juga Ketua SEC Paul Atkins dan Ketua CFTC Michael Selig. Pimpinan lembaga keuangan tradisional seperti NYSE, Nasdaq, dan lainnya turut diundang.
Pertemuan ini dipandang sebagai pemanasan untuk rapat resmi pertama dari Komite Konsultatif Inovasi baru yang dibentuk oleh CFTC. Adapun acara utamanya ada pada bulan September—RUU CLARITY akan menghadapi pemungutan suara kunci di Senat.
Berbicara tentang RUU CLARITY, tujuannya adalah membangun kerangka regulasi federal untuk aset digital, sekaligus memperjelas batas kewenangan SEC dan CFTC. Namun, peluang kelulusannya saat ini tidak terlalu menggembirakan—di Polymarket hanya 19%, sementara Galaxy Digital memperkirakan hanya sekitar 10%. Perbedaan di antara kedua partai cukup besar, terutama terkait etika bisnis kripto pejabat dan masalah insentif untuk stablecoin.
Namun, Direktur Riset Aset Digital VanEck, Matthew Sigel, memberikan penilaian berani: jika RUU CLARITY akhirnya disahkan, ia akan memicu “lonjakan pembebasan yang besar” (an enormous relief rally) pada token di level L1. Setelah kepastian regulasi benar-benar terwujud, aset native dari blockchain publik berpotensi meledak.
Pertemuan di Gedung Putih minggu depan, apakah akan menjadi pendahulu kebocoran/pembukaan jalan regulasi kripto? Pemungutan suara Senat pada 15 September mungkin menjadi titik balik yang menentukan nasib L1.
Mari kita tunggu!