Ketika negara-negara adidaya mulai membagi dunia menjadi “miliknya” dan “bukan miliknya” berdasarkan garis kecerdasan buatan, pasar biasanya merasakannya lebih dulu daripada para politisi.
AS sudah mengirim surat ke berbagai negara dengan tuntutan untuk memilih pihak dalam perlombaan AI. Secara paralel, Tiongkok sedang membangun koalisi sendiri. Ini bukan lagi sekadar perselisihan teknologi—ini perebutan kendali atas data, komputasi, dan arus modal masa depan.
Sejarah sudah pernah melewati titik belok seperti ini.
Pada 2022, setelah dimulainya perang, bitcoin sempat jatuh, lalu menjadi instrumen untuk mengatasi pembatasan.
Pada 2020, setelah serangan terhadap Soleimani, nilainya melonjak tajam—pasar mencari aset di luar sistem yang biasa.
Sekarang, pola yang mirip kembali terbentuk: keterlambatan regulasi, konfrontasi teknologi, dan tekanan geopolitik. Dalam momen seperti ini, mata uang kripto jarang tetap menjadi “sekadar salah satu aset berisiko”. Mereka mulai berfungsi sebagai kanal cadangan.
Pertanyaannya hanya seberapa cepat modal akan merasakannya.
#fomcотслеживание Crypto #GeopoliticsOverCrypto #AI #bitcoin #BinanceSquare