$SNDK 2022 tahun masa bear market paling menyiksa, saat itu akun saya langsung merosot sampai tinggal 325U. Saya menatap deretan angka yang sangat mencolok di layar, duduk di depan komputer selama setengah jam, bahkan tidak sanggup mengucapkan sepatah kata pun. Pada hari itu, saya hampir langsung mengemas barang dan benar-benar keluar dari dunia crypto. Ada teman yang mengirim pesan menanyakan apakah saya masih main. Saya hanya bisa tertawa pahit dan menjawabnya: kalau terus asal berantakan begini, saya khawatir uang untuk makan pun ikut habis.
#币圈暴富
Waktu baru masuk dunia ini, saya juga sempat jaya. Modal 3000U, dalam dua bulan bisa jadi 18000U. Saat itu saya pikir uang di pasar crypto terlalu gampang didapat. Orang-orang yang pamer keuntungan berlipat ratusan kali saya ikut kejar; siapa pun di grup yang asal teriak rekomendasi trading, saya langsung nurut tanpa berpikir panjang. Keberanian saya makin besar sampai akhirnya saya mulai bermain leverage tinggi. Hasilnya, pasar malah membalas dengan pukulan telak: saya mengalami tiga kali liquidation berturut-turut. Akun yang tadinya 18000U langsung menyusut jadi tinggal 325U.
$HYPE
Di malam yang sama, saya menelepon kakak senior yang sudah 10 tahun trading. Suara saya serak saat bertanya padanya, apakah saya memang sejak lahir tidak cocok untuk menjalani pekerjaan ini. Ia terdiam beberapa detik lalu menyadarkan saya: kamu bukan tidak bisa trading, tapi tidak mau berhenti. Rugi 5% saja tidak rela pergi, malah ngotot menahan sampai rugi 50% baru mau cut loss; untung 10% langsung panik dan kabur untuk ambil profit, tapi saat rugi justru bisa bertahan berbulan-bulan. Yang saya kumpulkan semuanya hanya keuntungan kecil seperti koin receh, sedangkan yang ditanggung justru kerugian besar yang bisa melukai tulang. Dengan cara seperti itu, bagaimana mungkin bisa bertahan di pasar?
Saat itu saya menelusuri semua catatan trading, dan akhirnya saya paham: yang menjebak saya bukanlah kondisi pasar, melainkan kebiasaan trading buruk saya sendiri. Setelah itu saya menetapkan tiga aturan mati: tidak pernah full modal, tidak pernah menahan posisi yang lagi merugi, dan tidak akan membuka posisi sebelum ada sinyal yang pasti. Orang lain bisa mantengin dan melakukan transaksi belasan kali dalam sehari; saya baru bergerak dua atau tiga kali dalam seminggu. Begitulah saya bertahan selama setahun. Bukan hanya uang yang hilang berhasil saya kejar kembali, akun saya bahkan mencapai rekor tertinggi. Belakangan saya baru mengerti: yang paling mengerikan di dunia crypto bukanlah kerugian, tapi saat kerugian sudah membuat mata buta dan masih merasa yakin bahwa trade berikutnya pasti balik. Pasar tidak pernah memberi hadiah kepada penjudi; pasar hanya menghargai orang yang mau menunggu kesempatan, mau mengakui salah, dan mematuhi aturan.
#币圈暴富
Waktu baru masuk dunia ini, saya juga sempat jaya. Modal 3000U, dalam dua bulan bisa jadi 18000U. Saat itu saya pikir uang di pasar crypto terlalu gampang didapat. Orang-orang yang pamer keuntungan berlipat ratusan kali saya ikut kejar; siapa pun di grup yang asal teriak rekomendasi trading, saya langsung nurut tanpa berpikir panjang. Keberanian saya makin besar sampai akhirnya saya mulai bermain leverage tinggi. Hasilnya, pasar malah membalas dengan pukulan telak: saya mengalami tiga kali liquidation berturut-turut. Akun yang tadinya 18000U langsung menyusut jadi tinggal 325U.
$HYPE
Di malam yang sama, saya menelepon kakak senior yang sudah 10 tahun trading. Suara saya serak saat bertanya padanya, apakah saya memang sejak lahir tidak cocok untuk menjalani pekerjaan ini. Ia terdiam beberapa detik lalu menyadarkan saya: kamu bukan tidak bisa trading, tapi tidak mau berhenti. Rugi 5% saja tidak rela pergi, malah ngotot menahan sampai rugi 50% baru mau cut loss; untung 10% langsung panik dan kabur untuk ambil profit, tapi saat rugi justru bisa bertahan berbulan-bulan. Yang saya kumpulkan semuanya hanya keuntungan kecil seperti koin receh, sedangkan yang ditanggung justru kerugian besar yang bisa melukai tulang. Dengan cara seperti itu, bagaimana mungkin bisa bertahan di pasar?
Saat itu saya menelusuri semua catatan trading, dan akhirnya saya paham: yang menjebak saya bukanlah kondisi pasar, melainkan kebiasaan trading buruk saya sendiri. Setelah itu saya menetapkan tiga aturan mati: tidak pernah full modal, tidak pernah menahan posisi yang lagi merugi, dan tidak akan membuka posisi sebelum ada sinyal yang pasti. Orang lain bisa mantengin dan melakukan transaksi belasan kali dalam sehari; saya baru bergerak dua atau tiga kali dalam seminggu. Begitulah saya bertahan selama setahun. Bukan hanya uang yang hilang berhasil saya kejar kembali, akun saya bahkan mencapai rekor tertinggi. Belakangan saya baru mengerti: yang paling mengerikan di dunia crypto bukanlah kerugian, tapi saat kerugian sudah membuat mata buta dan masih merasa yakin bahwa trade berikutnya pasti balik. Pasar tidak pernah memberi hadiah kepada penjudi; pasar hanya menghargai orang yang mau menunggu kesempatan, mau mengakui salah, dan mematuhi aturan.