Iran mengklaim telah mengusir militer AS dari Teluk Persia dan Selat Hormuz. Pernyataan tegas ini membuat keselamatan pelayaran di jalur transit utama pengangkutan minyak terpenting di dunia menghadapi ketidakpastian besar.

Terimbas oleh peristiwa mendadak di bidang geopolitik ini, sentimen menghindari risiko meningkat tajam. Kekhawatiran bahwa pasokan minyak mentah dari Timur Tengah bisa terputus mendorong harga minyak global di sesi perdagangan bergerak naik secara diam-diam (sneaky rally).

Dipicu secara langsung oleh meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, kontrak utama minyak mentah WTI (kode: CL) dan kontrak utama minyak mentah Brent (kode: BZ) sama-sama memperoleh premi risiko geopolitik yang jelas.

Dalam jangka pendek, selama tidak ada tanda-tanda meredanya ketegangan nyata antara AS dan Iran, kepanikan terkait potensi terputusnya pasokan akan terus menopang harga minyak. Karena itu, strategi jangka pendek cenderung 📈 bullish (naik).

Namun, jika melihat lebih jauh ke depan, di tengah tekanan penurunan pada kondisi ekonomi makro global, permintaan fisik keseluruhan minyak mentah justru menunjukkan performa yang lemah.

Begitu risiko geopolitik berikutnya mereda, atau negara-negara produsen minyak utama memilih menambah produksi untuk merebut pangsa pasar, harga minyak yang sudah tinggi akan menghadapi tekanan penurunan (correction) yang sangat besar. Oleh karena itu, strategi jangka panjang cenderung 📉 bearish (turun).#美伊 #原油
$CL
$BZ