Industri AI hari ini sedikit tidak tenang, tapi justru membuatku semakin melihat jelas kebenaran dari siklus kali ini.

Broadcom ambruk 6% dalam semalam, pasar mulai ketakutan—tantangan berikutnya AI bukan lagi teknologinya, melainkan biaya pendanaan. Utang terselubung di luar neraca sebesar 70 miliar dolar AS membebani investor obligasi—siapa yang bisa tidur nyenyak? Yang lebih meledak lagi: NVIDIA diam-diam memangkas jaminan untuk proyek pusat data OpenAI dari 250 miliar menjadi di bawah 120 miliar, lebih dari separuh. Huang Renxun bukan sedang menjatuhkan prospek; dia sedang melakukan lindung nilai risiko. Saat modal sedang paling cerdas, biasanya justru saat arah angin mulai berubah.

Tapi di sisi lain, pendapatan Anthropic di kuartal kedua menembus 11,5 miliar dolar AS, meningkat 14 kali lipat. Laju pertumbuhannya terlalu gila sampai membuat sesak. Di satu sisi ada firasat ‘musim dingin pendanaan’, di sisi lain ada pertumbuhan kinerja yang meledak-ledak—industri AI sedang terbelah menjadi dua semesta paralel.

Di level makro malah makin menggila—Trump berjanji akan mengumumkan Selat Hormuz sebagai wilayah AS, sementara pihak Iran mengatakan bahwa mereka sudah mencapai kesepakatan skema transit dengan Oman. Pertarungan geopolitik ini, hubungan antara petrodolar dan dunia kripto, kalian sendiri yang menilai.

Duang Yongping di kuartal kedua mengurangi kepemilikan NVIDIA dan Google, serta membangun posisi di Alibaba. Berkshire Hathaway juga menambah porsi di Google dan Delta, serta terus memangkas kepemilikan Bank of America selama dua kuartal berturut-turut. Uang lama sedang melakukan penyesuaian portofolio, uang baru sedang berpesta pora.

Kesimpulanku: bull market AI kali ini belum berakhir, tapi gelembungnya sedang menular dari level teknologi ke level keuangan. Saat pasar obligasi mulai khawatir keberlanjutan pendanaan AI, saat itulah waktunya mengencangkan posisi. Jangan lawan The Fed, dan jangan lawan orang-orang paling cerdas dalam mengelola modal.

$币安人生,拥有币安人生,幸福一生!

#AI #加密货币