Sesuatu yang selalu membingungkan saya tentang "blockchain yang patuh": GDPR memberi orang hak untuk dilupakan, dan blockchain terkenal tidak mungkin melupakan apa pun. Dua gagasan ini terlihat seperti tidak mungkin keduanya benar. Minggu ini akhirnya saya paham bagaimana Dusk menyelaraskan keduanya.
Ekspektasi naifnya adalah rantai privasi harus punya semacam fungsi penghapusan yang cerdas, cara untuk menengok ke belakang dan menghapus data Anda saat Anda memintanya. Itu tidak ada, dan tidak bisa ada; imutabilitas adalah inti dari sebuah ledger.
Jawaban Dusk justru kebalikan dari penghapusan. Triknya adalah data pribadi dan finansial Anda tidak pernah masuk ke rantai (on-chain) dalam bentuk yang bisa dibaca sejak awal. Saldo, identitas, detail transaksi—semuanya tersimpan terenkripsi atau sebagai state privat, dengan hanya bukti dan tampilan yang diungkapkan secara selektif yang terekspos. Ledger publik memuat komitmen kriptografis, bukan nama Anda dan kepemilikan Anda.
Jadi pertanyaan tentang "hak untuk dilupakan" sebagian besar menjadi meredup. Anda tidak bisa diminta menghapus sesuatu yang tidak pernah ditulis secara publik. Tidak ada catatan pribadi berformat teks (plaintext) yang duduk di sana secara imutabel sejak awal.
Jika ditata seperti itu, semuanya berbalik dari cara pandang yang biasa. Kebanyakan rantai mencoba menambahkan privasi di atas ledger yang transparan sejak default. Dusk mulai privat dan mengungkap secara selektif—persis bentuk aturan ala GDPR yang diinginkan.
Catatan yang jujur adalah bahwa "terenkripsi, bukan dihapus" dan "dihapus secara hukum" tidak jelas sama untuk regulator. Kunci, metadata, dan salinan di luar rantai (off-chain) masih ada di suatu tempat.
Ada yang sudah melihat bagaimana regulator benar-benar memperlakukan "datanya tidak pernah publik" versus "datanya dihapus"? Saya benar-benar ingin tahu apakah enkripsi sebagai pengganti penghapusan sudah diuji terhadap permintaan GDPR yang nyata, atau apakah ini masih sekadar teori. @Dusk
$DUSK #dusk
Ekspektasi naifnya adalah rantai privasi harus punya semacam fungsi penghapusan yang cerdas, cara untuk menengok ke belakang dan menghapus data Anda saat Anda memintanya. Itu tidak ada, dan tidak bisa ada; imutabilitas adalah inti dari sebuah ledger.
Jawaban Dusk justru kebalikan dari penghapusan. Triknya adalah data pribadi dan finansial Anda tidak pernah masuk ke rantai (on-chain) dalam bentuk yang bisa dibaca sejak awal. Saldo, identitas, detail transaksi—semuanya tersimpan terenkripsi atau sebagai state privat, dengan hanya bukti dan tampilan yang diungkapkan secara selektif yang terekspos. Ledger publik memuat komitmen kriptografis, bukan nama Anda dan kepemilikan Anda.
Jadi pertanyaan tentang "hak untuk dilupakan" sebagian besar menjadi meredup. Anda tidak bisa diminta menghapus sesuatu yang tidak pernah ditulis secara publik. Tidak ada catatan pribadi berformat teks (plaintext) yang duduk di sana secara imutabel sejak awal.
Jika ditata seperti itu, semuanya berbalik dari cara pandang yang biasa. Kebanyakan rantai mencoba menambahkan privasi di atas ledger yang transparan sejak default. Dusk mulai privat dan mengungkap secara selektif—persis bentuk aturan ala GDPR yang diinginkan.
Catatan yang jujur adalah bahwa "terenkripsi, bukan dihapus" dan "dihapus secara hukum" tidak jelas sama untuk regulator. Kunci, metadata, dan salinan di luar rantai (off-chain) masih ada di suatu tempat.
Ada yang sudah melihat bagaimana regulator benar-benar memperlakukan "datanya tidak pernah publik" versus "datanya dihapus"? Saya benar-benar ingin tahu apakah enkripsi sebagai pengganti penghapusan sudah diuji terhadap permintaan GDPR yang nyata, atau apakah ini masih sekadar teori. @Dusk
$DUSK #dusk