Dengar kabar pertama kali Tether menandatangani kerja sama dengan KPMG, aku cuma bisa senyum kecil sendiri. Memang begitulah: siapa yang sudah naik ke level besar lalu bilang tidak takut “kena omongan” pasti tidak akan punya tatapan sok seolah-olah sedang menanggung seluruh pasar sendirian di pundaknya. Di bidang ini, orang-orang menyebut USDT “con dé”, tapi kalau tanpanya, seluruh keranjang aset digital bisa dipastikan berasap. Sekarang KPMG sudah mengangguk dan ikut menandatangani, wilayah kelam yang selama ini beberapa dana hedge fund sembunyikan jadi berkurang jaraknya.

Belum lagi, OCC baru saja memberikan izin kepada World Liberty National Trust—organisasi yang di belakangnya ada sosok Trump. Jika kabar itu disebut tidak ada kaitannya dengan crypto, ya tinggal kamu tahu: itu cuma menipu diri sendiri. Stablecoin sedang dikepung makin ketat; para pemerintah yang berkerumun di sekelilingnya semuanya sedang menyiapkan tempat untuk menyelipkan jenis likuiditas yang “lebih lunak”.

Harga masih baru terasa di tempat: BTC bertengger di $97.4K dan ETH merayap di sekitar $3.4K. Skenario ini bikin dada sesak, mengingatkan pada periode Mei 2021, saat China hanya “menekan” alias menurunkan harga dan juga tidak peduli alasan “menggali tanah juga tetap cocok buat menggali koin”. Dasar BTC waktu itu dari $58K jatuh ke $30K hanya dalam waktu sekitar dua minggu; banyak pesanan jual bertumpuk, membuat roda jual/beli seperti saling menyesakkan sampai akhirnya orang-orang yang hanya berdiri menonton ikut terdorong—lalu harga langsung melesat ke puncak $69K. Sekarang belum ada larangan dari negara mana pun, tapi psikologinya persis seperti kejadian yang dulu: telinga sudah menunggu bunyi, orang-orang berjaga dengan cemas, menunggu satu pukulan yang cukup “khesh” untuk membuat langkah maju.

Intinya, aku perhitungkan arah satu sisi: para market maker sedang mengumpulkan suplai besar-besaran sebelum sempat muncul gelombang besar. Jika BTC menembus patokan pertahanan $99.8K, teman-teman yang mengikuti jejak akan ikut dan sambaran terjadi—bahkan dalam minggu itu target $105K jadi harapan. Kalau terus tidak berhasil dan malah tersungkur di bawah $95.2K, bersiaplah juga skenario terjun lebih dalam ke zona $91.5K; di sana strategi berubah: posisi jual beli dipotong, dan tinggal short ringan untuk sekadar “mengatur rasa sakit”. ETH tertinggal dulu, tapi begitu BTC meledak, dia biasanya menyusul—bukan soal siapa yang melirik duluan, melainkan agar ETH bisa menembus $3.88K. Stop Loss ditaruh di angka $3.2K pada tingkat 27 agar stabil.

Sampai berita “standar” yang mestinya bikin kita lepas beban: selama ini, para big player diam-diam sudah menebar “sapuan likuiditas” di ruang depan. Masih takut USDT jatuh harga? Ingat permainan 2021, dan FUD dari Nam Quốc cuma jadi alas bagi mereka yang cukup sabar untuk menjejak sampai dasar.-. Kalau ada kesempatan, cepat langkahnya—jangan sampai kamu berdiri di pinggir sana, cuma melihat harga tanpa ikut mengantisipasi.

$USDT $BTC $ETH #BinanceSquare #CryptoNews #Bitcoin