Jika setelah N tahun, semuanya telah mereda dan berakhir, putaran pasar ini pasti akan tercatat dalam sejarah.

Namun, bagaimana generasi penerus mendefinisikannya? Aku tidak tahu.

Mungkin ia seperti “Zaman Penjelajahan” setelah abad ke-15: manusia berlayar menuju lautan yang belum diketahui, membuka benua-benua baru, jalur-jalur baru, dan jaringan perdagangan baru. Di dunia digital hari ini, bukankah itu juga selembar daratan baru? Data dan kecerdasan, seperti dahulu rempah-rempah, perak, dan jalur pelayaran, kembali membentuk ulang koneksi global, sekaligus mendistribusikan kembali kekayaan dan kekuasaan.

Mungkin ia seperti “Revolusi Ilmiah” pada abad ke-17: teleskop, laboratorium, dan bahasa matematika yang menghancurkan kepastian dunia lama. AI hari ini juga sedang menembus batas-batas sistem pengetahuan yang lama; pencarian, penciptaan, riset, pendidikan, layanan kesehatan, dan keuangan kini kembali memiliki kemungkinan untuk ditulis ulang.

Mungkin ia seperti “Zaman Pencerahan” pada abad ke-18: rasionalitas, pengetahuan, dan institusi mulai menyebar, hingga untuk pertama kalinya individu secara besar-besaran menyadari bahwa mereka dapat memahami dunia dan mengubahnya. Model-model besar hari ini mungkin sedang membuat pengetahuan—yang dahulu menjadi benteng segelintir orang—berubah menjadi alat bagi lebih banyak orang; membuat orang biasa untuk pertama kalinya mendekati “kecerdasan yang ditingkatkan”.

Mungkin ia seperti “Revolusi Industri” pada abad ke-19: mesin uap menjadi AI, pabrik berubah menjadi algoritma, batubara dan baja menjadi daya komputasi dan data. Produktivitas akan melompat, bentuk organisasi akan dibentuk ulang, pekerjaan akan didefinisikan ulang, dan masyarakat pasti akan mengalami rasa sakit, gelembung, pengangguran, polarisasi, serta penyeimbangan kembali.

Mungkin ia seperti “Era Internet” menjelang akhir abad ke-20: mula-mula adalah gelembung, penuh euforia, dan banyak perusahaan tumbang;

Tapi kau ingat, ingatlah!

Setelah gelembung pecah, yang tersisa adalah infrastruktur baru, model bisnis baru, dan tatanan global yang baru. Hari ini kita berdiri di awal era AI; mungkin yang kita lihat adalah hiruk-pikuk valuasi, tetapi yang sesungguhnya penting adalah bahwa paradigma dasar sedang berubah.

Dalam sejarah, semua masa keemasan yang benar-benar nyata tidak datang begitu saja.

Mereka dimulai dari keterbukaan, berkembang dari terobosan, lahir dari keberanian mengambil risiko, dan pasti disertai biaya.

Keriuhan tahun 2020 mungkin bukan titik akhir, melainkan gemuruh sebelum sebuah pergantian arah; volatilitas hari ini mungkin bukan ilusi, melainkan rasa sakit yang menyertai kelahiran tatanan baru.

Kita sedang berdiri di tengah arus gelombang.

Ada yang hanya melihat gelembung, ada yang sudah melihat infrastruktur;
ada yang hanya menatap harga, ada yang sudah memahami produktivitas;
ada yang menunggu kepastian, ada yang bertaruh pada era baru.

Apa yang disebut sebagai sebuah zaman, tidak pernah dimulai setelah debu benar-benar jatuh.

Ia bermula dari sebagian kecil orang yang melihat arah, terbentuk saat mayoritas terpaksa beradaptasi, lalu akhirnya ditulis dalam sejarah, menjadi “ternyata begitu” yang diucapkan oleh generasi berikutnya.

Jika “Zaman Penjelajahan” membuka dunia, “Revolusi Ilmiah” menulis ulang cara kita memahami, “Zaman Pencerahan” membangunkan individu, “Revolusi Industri” membentuk ulang produksi, dan “Era Internet” menghubungkan seluruh dunia—

maka “Era AI” mungkin sedang melakukan hal yang sama:

merekonstruksi pengetahuan, membentuk ulang produksi, menulis ulang kekayaan, menyusun kembali tatanan.

Kau urus saja apakah ada gelembung atau tidak; zaman sudah sampai di sini, jadi ingat satu kalimat: rencana terbesar yang ditetapkan oleh Tuhan!

—Tiba-tiba tercerahkan, kupersembahkan untuk semua!