Iran dan Oman pada 15 Agustus mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan terkait skema lalu lintas melalui Selat Hormuz. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Baghai, menyatakan bahwa meskipun pihak AS menghalangi, perundingan kedua negara tetap dipercepat secara aktif. Sebelumnya, pihak AS menerapkan blokade laut terhadap Iran, yang menyebabkan jumlah kapal yang melintas setiap hari turun drastis dari sekitar 120 hingga 130 kapal menjadi sekitar 13 kapal. Hal ini membuat tekanan pada arteri utama pengangkutan energi terus berlanjut. Analisis menilai bahwa jika perjanjian ini akhirnya terealisasi, maka akan secara signifikan meredakan tekanan pengiriman energi di Timur Tengah, serta berdampak langsung pada rantai pasokan minyak mentah global dan sentimen penghindaran risiko. Perlu terus memantau respons lanjutan dari pihak AS dan perkembangan pelaksanaan perjanjian.$BTC $ETH hanya untuk referensi informasi, bukan merupakan nasihat investasi.
