Banyak orang melihat sebuah strategi trading dan berpikir: “Kalau itu menang sebagian besar waktu, berarti pasti menguntungkan.”
Tapi itu tidak seperti cara kerja trading. Tingkat kemenangan Anda hanya memberi tahu berapa banyak transaksi yang berhasil. Itu tidak memberi tahu berapa banyak uang yang Anda hasilkan atau rugikan secara keseluruhan.
Bayangkan Anda membuat 10 transaksi dan menang 7 di antaranya. Tingkat kemenangan Anda adalah 70%, yang terdengar sangat bagus.
Tapi bagaimana kalau transaksi yang menang Anda jumlahnya kecil, sedangkan transaksi yang rugi jauh lebih besar?
7 kali menang × $10 = +$70
3 kali rugi × $50 = -$150
Hasil akhir: -$80
Kamu benar 7 kali dari 10, tapi kamu tetap kehilangan uang.
Sekarang mari kita lihat situasi yang berlawanan.
Kamu melakukan 10 trading dan hanya menang 4. Tingkat kemenanganmu hanya 40%.
Tapi kemenanganmu jauh lebih besar daripada kerugianmu:
4 trading menang × $100 = +$400
6 trading kalah × $20 = -$120
Hasil akhir: +$280
Kamu salah 60% dari waktu, tapi kamu tetap menghasilkan uang.
Inilah sebabnya trader berpengalaman melihat jauh lebih banyak daripada sekadar tingkat kemenangan. Mereka memperhatikan rasio risiko/imbalan, ukuran rata-rata dari perdagangan yang menang dan yang kalah, biaya trading, ukuran posisi, dan penurunan maksimum (maximum drawdown).
Strategi dengan tingkat kemenangan yang tinggi tetap bisa berbahaya jika satu trading yang kalah bisa menghapus keuntungan dari banyak kemenangan sebelumnya.
Dan strategi dengan tingkat kemenangan yang rendah dapat tetap menguntungkan jika para pemenang cukup besar dibandingkan kerugian.
Jadi ketika seseorang berkata:
“Strategi saya menang 80% dari waktu.”
Jangan langsung menganggap itu menguntungkan.
Ajukan pertanyaan yang jauh lebih penting:
“Berapa banyak yang kamu hasilkan saat kamu benar, dan berapa banyak yang kamu rugi saat kamu salah?”
Karena dalam trading, menjadi benar lebih sering tidak selalu berarti menghasilkan lebih banyak uang.

