Investor kembali memasang taruhan pada pasar saham AS. Kekhawatiran yang muncul akibat kejatuhan saham teknologi pada bulan Juli dengan cepat mereda, dan pasar kembali ke pola “buy the dip” (beli saat turun). Data menunjukkan bahwa indeks S&P 500 naik sekitar 4% sejak Agustus, dan pekan ini mencapai rekor tertinggi sepanjang masa; indeks Nasdaq 100 juga memantul dengan kuat setelah koreksi singkat pada Juli, dan saat ini hanya berjarak sekitar 2,5% dari puncak pada bulan Juni. Kuatnya laporan keuangan kuartal II, meredanya inflasi, serta menguatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga menjadi pendorong utama reli pasar. Data memperlihatkan bahwa permintaan untuk saham teknologi AS telah mencapai level tertinggi dalam hampir lima tahun; investor institusional pun sekaligus meningkatkan taruhan mereka pada derivatif yang mengarah pada kenaikan indeks.
State Street Global Advisors, Kepala Strategi Makro Michael Metcalfe mengatakan bahwa perdagangan saham teknologi “saat ini terlihat tidak terkalahkan”, karena kinerja laba yang kuat memperkuat keyakinan pasar bahwa investasi AI termasuk tren struktural jangka panjang. Minggu ini, data inflasi AS yang lebih rendah membuat pasar menurunkan ekspektasi bahwa suku bunga akan terus naik, sehingga mendorong S&P 500 menembus kisaran 7800. Di saat yang sama, harga minyak turun dari level tertinggi di atas 100 dolar AS bulan lalu menjadi sekitar 88 dolar AS; perhatian investor terhadap risiko situasi di Timur Tengah juga sedikit menurun.
Institusi juga ramai-ramai menaikkan target untuk saham AS: Citigroup menaikkan target level S&P 500 pada akhir 2026 menjadi 8100; JPMorgan Chase menaikkan target S&P 500 dari 7800 menjadi 8000.
Musim laporan keuangan kuartal II semakin meningkatkan kepercayaan pasar. Laba keseluruhan perusahaan dalam komponen S&P 500 tumbuh lebih dari 50% secara year-on-year; bahkan jika pendapatan investasi dari Amazon dan induk Google Alphabet dikecualikan, pertumbuhan laba tetap sekitar 30%. Saham terkait AI kembali menjadi inti dari reli.
Kesimpulan: Bullish untuk AMZN, GOOGL, SPY. Saham terkait AI secara estimasi jangka panjang masih berpotensi naik tajam.
$AMZN $GOOGL #ALPHA
State Street Global Advisors, Kepala Strategi Makro Michael Metcalfe mengatakan bahwa perdagangan saham teknologi “saat ini terlihat tidak terkalahkan”, karena kinerja laba yang kuat memperkuat keyakinan pasar bahwa investasi AI termasuk tren struktural jangka panjang. Minggu ini, data inflasi AS yang lebih rendah membuat pasar menurunkan ekspektasi bahwa suku bunga akan terus naik, sehingga mendorong S&P 500 menembus kisaran 7800. Di saat yang sama, harga minyak turun dari level tertinggi di atas 100 dolar AS bulan lalu menjadi sekitar 88 dolar AS; perhatian investor terhadap risiko situasi di Timur Tengah juga sedikit menurun.
Institusi juga ramai-ramai menaikkan target untuk saham AS: Citigroup menaikkan target level S&P 500 pada akhir 2026 menjadi 8100; JPMorgan Chase menaikkan target S&P 500 dari 7800 menjadi 8000.
Musim laporan keuangan kuartal II semakin meningkatkan kepercayaan pasar. Laba keseluruhan perusahaan dalam komponen S&P 500 tumbuh lebih dari 50% secara year-on-year; bahkan jika pendapatan investasi dari Amazon dan induk Google Alphabet dikecualikan, pertumbuhan laba tetap sekitar 30%. Saham terkait AI kembali menjadi inti dari reli.
Kesimpulan: Bullish untuk AMZN, GOOGL, SPY. Saham terkait AI secara estimasi jangka panjang masih berpotensi naik tajam.
$AMZN $GOOGL #ALPHA