Setelah Maghreb, saya mulai menelusuri catatan konsensus Dusk dan terus kembali ke celah statistik yang tenang—yang tetap ada di sana. @Dusk

Desain Succinct Attestation bertujuan untuk finalitas deterministik. Setelah sebuah blok diratifikasi, blok tersebut dianggap final dalam kondisi normal, dan protokol menyatakan bahwa tidak boleh ada reorg yang terlihat oleh pengguna dalam operasi biasa.

Fork masih bisa muncul ketika penundaan atau kemacetan membuat lebih dari satu iterasi mencapai konsensus pada putaran yang sama. Aturan resmi itu sederhana: selalu pertahankan blok dari iterasi terendah dan buang yang lainnya. Ada juga finalitas bergulir—sebuah blok mula-mula dianggap diterima, masih dapat diganti selama masih hanya ter-atte stasi, dan menjadi tidak dapat diubah hanya setelah blok-blok berikutnya mengonfirmasinya.

Poin statistik itulah yang mengganjal. Melihat 3 fork dalam 1.000 percobaan terlihat sama seperti 300 fork dalam 100.000 percobaan jika hanya melihat laju mentahnya. Tanpa standard error dan interval kepercayaan 95%, Anda tidak bisa memastikan apakah estimasinya stabil atau hanya kebisingan. Pengujian yang tepat membutuhkan ukuran sampel besar seperti profil penundaan validator acak yang disarankan 100.000 dan beberapa pola latensi, bukan satu model jaringan yang ramah.

Dokumen resmi menjelaskan aturan fork dan mengklaim finalitas berlatensi rendah. Mereka tidak memublikasikan hasil skala besar dengan interval kepercayaan di bawah penundaan yang bias atau tidak ramah.

Kesenjangan statistik itu ternyata lebih sulit diabaikan daripada yang saya kira. Laju fork yang rendah yang teramati itu berguna. Mengetahui seberapa besar ketidakpastian laju tersebut ketika jaringan menjadi kacau—itulah yang benar-benar membangun kepercayaan. Masih memikirkan apakah lapisan statistik itu akan muncul dalam materi publik.
#dusk $DUSK