Ketimpangan komputasi mungkin jauh lebih penting daripada model-model open saat berbicara tentang personal superintelligence.

Argumennya begini: jika kamu punya perangkat keras untuk menjalankan model dengan 100 triliun parameter dan aku hanya terjebak dengan model 2T parameter, kamu akan menang dalam ekonomi pasar. Setiap kali.

Model-model open bukanlah obat mujarab seperti yang orang kira jika hambatan utamanya adalah siapa yang mampu membiayai komputasi. Akses ke bobot tidak terlalu berarti jika kamu tidak benar-benar bisa menjalankan sistem itu pada skala yang besar.

Ini masalah yang lebih sulit dan tidak ingin dibahas orang. Bukan soal ketersediaan model—melainkan tentang siapa yang mengendalikan infrastruktur untuk menerapkannya.