Bagian paling menakutkan dari eksploitasi jembatan XRP ini bukanlah $200K yang lenyap.

Melainkan kenyataan bahwa jembatan tersebut mengira setoran yang masuk adalah nyata.

Seorang penyerang mengeksploitasi logika pendeteksian setoran yang menghubungkan XRP Ledger ke rantai transaksi, sehingga XRP hasil jembatan dicetak terhadap transaksi yang sebenarnya tidak pernah mengirimkan XRP yang mendasarinya.

Lalu likuiditas palsu itu ditukar kembali menjadi XRP yang asli.

Sekitar 200.000 XRP dikuras melalui 94 pembayaran.

Dan inilah bagian yang membuat tidak nyaman:

Setiap pembayaran memiliki tanda tangan yang valid dari 17 dari 28 perantara (relayer).

Catatan milik jembatan itu sendiri menyatakan semuanya sah.

Namun setoran itu tidak pernah terjadi.

Ini bukan kegagalan pada XRP Ledger itu sendiri. Ledger yang mendasarinya tidak pernah dikompromikan. Kelemahannya ada pada asumsi jembatan tentang apa yang sebenarnya terjadi di on-chain.

Perbedaan itu penting.

Sebuah transaksi bisa terlihat valid.

Sekumpulan tanda tangan bisa terlihat valid.

Catatan jembatan bisa terlihat valid.

Namun aset tetap bisa sama sekali tidak didukung (unbacked).

txEcosystem telah mengakui bahwa XRP hasil jembatan di rantainya kini tidak lagi sepenuhnya didukung.

Itulah pelajaran sebenarnya di sini:

Keamanan bukan hanya soal memverifikasi tanda tangan. Ini tentang memverifikasi realitas.

#XRP #CryptoSecurity
#CryptoNews