Tembaga mengalami krisis penawaran yang kuat (Supply Squeeze), setelah selisih harga kontrak terdekat mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam kondisi «penurunan harga» (Backwardation) yang merupakan yang paling parah sejak krisis tahun 2021.

Hal ini berbarengan dengan penurunan tajam pada stok, di tengah meningkatnya tekanan pasar akibat kelangkaan pasokan dan meningkatnya permintaan riil. ⚠️⛏️📉

Apakah kita sedang menghadapi gelombang kenaikan baru dalam harga tembaga?