Tinjauan Pasar Pertanian untuk Pekan 10–15 Agustus 2026

🌾 Pasar pertanian cenderung menguat selama pekan lalu, dipimpin oleh komoditas biji-bijian, dengan laporan WASDE pada 12 Agustus menjadi katalis utama. USDA memangkas hasil panen jagung AS menjadi 180,7 bushel per acre dan menurunkan stok akhir menjadi sekitar 1,653 miliar bushel, memberikan dukungan kuat bagi harga jagung setelah rilis.

🌽 Gandum juga menguat seiring meningkatnya risiko logistik Laut Hitam. Operasional di beberapa pelabuhan Rusia mengalami gangguan, sementara USDA menurunkan prakiraan ekspor gandum untuk Rusia dan Ukraina. Kekhawatiran pasokan mendorong pembeli mencari asal lain, sekaligus menambah dukungan bagi harga di CBOT.

🌱 Kedelai mencatat kenaikan yang lebih moderat karena prospek pasokan AS tetap relatif seimbang. Lelang Sinograin dan potensi pembelian kedelai AS yang lebih kuat mendukung permintaan jangka pendek, meskipun pasokan Brasil yang besar terus membatasi potensi kenaikan. Conab saat ini memperkirakan produksi total gandum Brasil di sekitar 360,8 juta ton.

🍬 Komoditas lunak bergerak beragam. Gula menonjol dengan kenaikan mingguan sekitar 9,5% di tengah kekhawatiran cuaca, sementara kopi dan kakao masih berada di bawah tekanan karena pasar menilai prospek pasokan yang lebih menguntungkan. Arus spekulatif umumnya lebih terkonsentrasi pada biji-bijian.

📊 Ke depan, pasar kemungkinan akan memfokuskan perhatian pada data U.S. Crop Progress, cuaca Corn Belt, permintaan ekspor aktual, serta perkembangan di Laut Hitam. Jagung dan gandum tetap mendapat dukungan setelah WASDE, meskipun pasokan Amerika Selatan yang memadai dan kondisi cuaca yang membaik dapat membatasi kenaikan lebih lanjut.

#AgriculturalMarkets $GRASS $CAKE $BNB