Cara Terbaik Bagi Orang Biasa untuk Menghasilkan Uang di Pasar Saham:
1. Tunggu pasar jatuh dalam, lalu susun posisi pada indeks berbasis luas
Saat ini fokuslah pada pekerjaan dan jalani rutinitas, serta investasikan hanya dana menganggur. Jangan sering-sering bergerak; tunggu sampai pasar mengalami penurunan yang cukup dalam, lalu lakukan pembelian secara bertahap pada ETF indeks luas. Tidak perlu repot memilih saham satu per satu. Setelah satu siklus pemulihan pasar berjalan, ada peluang meraih keuntungan sekitar 30%-40%
2. Pilih 1–2 saham, lakukan trading swing berulang
Pilih 1–2 saham dengan fundamental yang andal, dan pastikan selalu menyisakan sebagian kas. Saat harga naik, jual sebagian; saat harga turun, belilah sebagian. Dengan operasi yang berputar seperti ini, secara perlahan turunkan biaya kepemilikan. Dalam kondisi ideal, bahkan biaya bisa dibuat menjadi negatif
3. Pegang saham dengan dividen tinggi untuk makan dividen
Cari BUMN/ BUMN yang imbal dividen (dividend yield) kira-kira sekitar 5%. Masuklah setelah harga jatuh cukup dalam. Lalu tahan dalam jangka panjang untuk menikmati dividen. Sebagai contoh saham jalan tol: rencananya hanya ingin memperoleh dividen sekitar 4% per tahun, tetapi ketika kondisi pasar membaik, harga saham bahkan bisa langsung naik hingga 2 kali lipat
4. Trading grid, cocok untuk pasar yang bergejolak
Pilih instrumen yang volatilitasnya sesuai, tetapkan selisih harga beli-jual yang tetap. Saat harga turun, beli; saat harga naik, jual. Jalankan secara mekanis sesuai aturan, jangan menebak-nebak arah kenaikan/penurunan pasar. Dengan memanfaatkan gejolak pasar, terus akumulasi posisi yang Anda pegang
5. Beli saat saham pemimpin (leader) kena pukul karena salah penilaian, lalu tunggu koreksi nilai
Utamakan mengamati pemimpin industri, jangan mengejar terlalu banyak saham kecil. Ketika pemimpin disalahhargai karena sentimen pasar yang lesu, lalu valuasinya jatuh ke level rendah, masuk secara bertahap dengan porsi besar. Jangan rakus mengejar untung kecil jangka pendek; tunggu nilai perusahaan kembali, dan bidik keuntungan beberapa kali lipat dalam jangka menengah-panjang
6. Gali saham bertumbuh, ambil uang dari pertumbuhan perusahaan
Metode ini tingkat kesulitannya lebih tinggi. Carilah perusahaan yang saat ini ukurannya belum terlalu besar, tetapi prospek industrinya bagus, dan berpotensi naik beberapa kali lipat bahkan puluhan kali ke depannya. Ini membutuhkan pemahaman yang cukup mendalam dari investor terhadap industri tempat perusahaan tersebut berada
1. Tunggu pasar jatuh dalam, lalu susun posisi pada indeks berbasis luas
Saat ini fokuslah pada pekerjaan dan jalani rutinitas, serta investasikan hanya dana menganggur. Jangan sering-sering bergerak; tunggu sampai pasar mengalami penurunan yang cukup dalam, lalu lakukan pembelian secara bertahap pada ETF indeks luas. Tidak perlu repot memilih saham satu per satu. Setelah satu siklus pemulihan pasar berjalan, ada peluang meraih keuntungan sekitar 30%-40%
2. Pilih 1–2 saham, lakukan trading swing berulang
Pilih 1–2 saham dengan fundamental yang andal, dan pastikan selalu menyisakan sebagian kas. Saat harga naik, jual sebagian; saat harga turun, belilah sebagian. Dengan operasi yang berputar seperti ini, secara perlahan turunkan biaya kepemilikan. Dalam kondisi ideal, bahkan biaya bisa dibuat menjadi negatif
3. Pegang saham dengan dividen tinggi untuk makan dividen
Cari BUMN/ BUMN yang imbal dividen (dividend yield) kira-kira sekitar 5%. Masuklah setelah harga jatuh cukup dalam. Lalu tahan dalam jangka panjang untuk menikmati dividen. Sebagai contoh saham jalan tol: rencananya hanya ingin memperoleh dividen sekitar 4% per tahun, tetapi ketika kondisi pasar membaik, harga saham bahkan bisa langsung naik hingga 2 kali lipat
4. Trading grid, cocok untuk pasar yang bergejolak
Pilih instrumen yang volatilitasnya sesuai, tetapkan selisih harga beli-jual yang tetap. Saat harga turun, beli; saat harga naik, jual. Jalankan secara mekanis sesuai aturan, jangan menebak-nebak arah kenaikan/penurunan pasar. Dengan memanfaatkan gejolak pasar, terus akumulasi posisi yang Anda pegang
5. Beli saat saham pemimpin (leader) kena pukul karena salah penilaian, lalu tunggu koreksi nilai
Utamakan mengamati pemimpin industri, jangan mengejar terlalu banyak saham kecil. Ketika pemimpin disalahhargai karena sentimen pasar yang lesu, lalu valuasinya jatuh ke level rendah, masuk secara bertahap dengan porsi besar. Jangan rakus mengejar untung kecil jangka pendek; tunggu nilai perusahaan kembali, dan bidik keuntungan beberapa kali lipat dalam jangka menengah-panjang
6. Gali saham bertumbuh, ambil uang dari pertumbuhan perusahaan
Metode ini tingkat kesulitannya lebih tinggi. Carilah perusahaan yang saat ini ukurannya belum terlalu besar, tetapi prospek industrinya bagus, dan berpotensi naik beberapa kali lipat bahkan puluhan kali ke depannya. Ini membutuhkan pemahaman yang cukup mendalam dari investor terhadap industri tempat perusahaan tersebut berada