Jika Minyak Bertahan di $80, Apakah The Fed Masih Punya Alasan untuk Kenaikan Suku Bunga?
Jeremy Siegel, Profesor Emeritus Keuangan di Wharton dan Chief Economist di WisdomTree, mengatakan peluang untuk kenaikan suku bunga Fed pada September telah turun secara signifikan — selama minyak tetap berada di sekitar $80.
Dan inilah bagian yang jadi menarik bagi para trader.
Minyak tetap terkendali → tekanan inflasi mereda → The Fed mendapat lebih banyak ruang untuk tetap bersikap sabar.
Jika pasar mulai memasukkan harga untuk Fed yang kurang hawkish, pertanyaan yang sebenarnya bukan sekadar apakah suku bunga akan naik.
Melainkan:
Ke mana likuiditas bergerak selanjutnya?
BTC?
Nasdaq?
Aset berisiko ber-beta tinggi?
Karena sedikit pergeseran dalam ekspektasi suku bunga bisa memicu penilaian ulang yang jauh lebih besar di seluruh pasar berbasis risiko.
Bagi para trader, minyak $80 mungkin lebih dari sekadar level komoditas. Itu bisa menjadi pemicu makro 👽👽👽
Jeremy Siegel, Profesor Emeritus Keuangan di Wharton dan Chief Economist di WisdomTree, mengatakan peluang untuk kenaikan suku bunga Fed pada September telah turun secara signifikan — selama minyak tetap berada di sekitar $80.
Dan inilah bagian yang jadi menarik bagi para trader.
Minyak tetap terkendali → tekanan inflasi mereda → The Fed mendapat lebih banyak ruang untuk tetap bersikap sabar.
Jika pasar mulai memasukkan harga untuk Fed yang kurang hawkish, pertanyaan yang sebenarnya bukan sekadar apakah suku bunga akan naik.
Melainkan:
Ke mana likuiditas bergerak selanjutnya?
BTC?
Nasdaq?
Aset berisiko ber-beta tinggi?
Karena sedikit pergeseran dalam ekspektasi suku bunga bisa memicu penilaian ulang yang jauh lebih besar di seluruh pasar berbasis risiko.
Bagi para trader, minyak $80 mungkin lebih dari sekadar level komoditas. Itu bisa menjadi pemicu makro 👽👽👽