Dilahirkan dari kehidupan biasa, menanggung hantaman hidup tanpa henti, dan menyaksikan betapa dinginnya realitas dunia.
Tak ada yang berteduh untukku, maka aku sendiri yang menjadi payung.

Meski terpuruk di titik terendah, aku tidak akan mengikis harga diri.
Telan semua keluhan, diam-diam mengasah ketajaman.

Tidak meminta belas kasihan orang lain, tidak mengandalkan keberpihakan nasib.
Bahkan dengan kartu buruk sekalipun, tetap harus berjuang hingga tercipta dunia sendiri.
Tubuh fana juga punya harga diri; bahkan saat di dasar, tetap bisa membalikkan keadaan.