Buruh bekerja ada di lapisan terbawah, tanpa pelindung dan tanpa jalan pintas, menanggung segala tatapan dingin dan penderitaan hidup.

Meski dipenuhi lelah, jangan sekali-kali menundukkan kepala pada realitas.
Keluhan tidak dilontarkan, saat jatuh tidak menyerah; ubah kesulitan menjadi baju zirah.

Tidak mengandalkan keberuntungan, tidak meminta belas kasihan; diam-diam menumpuk tenaga, diam-diam berakar kuat.
Seberapa pun titik awal yang rendah, semangat tidak boleh kalah.

Lewati badai dan hujan, bebaskan diri dari belenggu; orang biasa pun, dapat bangkit saat situasi berbalik, menaklukkan hamparan gunung dan sungai yang megah.