Ada satu masalah nyata yang ingin saya tanyakan: jika sebelum dan sesudah data dirilis semuanya masih punya cara-cara tersendiri, apakah ada kondisi di mana data itu sendiri sebenarnya sudah tidak lagi penting—perhatian seluruh pasar sepenuhnya dibawa oleh “narasi”? Misalnya, dalam suatu periode orang-orang membahas sebuah kisah besar; data inflasi dan suku bunga keluar, naik pun naik, turun pun turun, namun tetap tidak memengaruhi arah utama pergerakan. Dalam situasi seperti ini, apakah kita sebaiknya mengetepikan data dan fokus mengikuti narasi, atau justru harus waspada bahwa mengabaikan data itu sendiri adalah ciri dari gelembung?

